Berita UtamaHeadline

Taruna Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Kisahkan Detik-detik Mencekam

Raudhatul
×

Taruna Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Kisahkan Detik-detik Mencekam

Sebarkan artikel ini
Saufi Rahmadhan (20), salah seorang korban ledakan kapal Aceh Hebat 2 jalani peratawan di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh, Sabtu, 13 Juni 2026. [Foto: Raudhah/Byklik.com

Byklik.com | Banda Aceh – Belasan korban ledakan dan kebakaran di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Sabtu, 13 Juni 2026. Para korban dirawat di sejumlah ruang perawatan, termasuk ICU, HCU Surgical, dan Raudhah 7 akibat luka bakar yang mereka alami.

Salah seorang korban, Saufi Rahmadhan (20), taruna Politeknik Pelayaran asal Kabupaten Pidie, mengaku masih mengingat jelas detik-detik terjadinya ledakan saat dirinya bersama rekan-rekannya mengikuti kegiatan akademik dan ujian tengah semester (UTS) di atas kapal pada Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Saufi, sebelum insiden terjadi, mereka menerima pengarahan dari Kepala Kamar Mesin (KKM) KMP Aceh Hebat 2, Agus Widodo, mengenai komponen dan sistem permesinan kapal. Setelah itu, para taruna diajak melihat berbagai suku cadang sebelum turun ke ruang mesin.

“Setelah mendapat penjelasan, kami diajak melihat komponen-komponen mesin kapal sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran dan UTS,” ujar Saufi, Sabtu, 13 Juni 2026.

Baca Juga  Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Ia menjelaskan, ruang mesin kapal terdiri atas dua bagian, yaitu ruang mesin utama dan ruang generator. Karena suhu di ruang mesin utama cukup panas, sebagian taruna memilih berpindah ke ruang generator yang berada di area berbeda.

“Saat itu sebagian kami keluar dari ruang mesin utama karena panas. Kami berada di ruang generator bersama beberapa teman lainnya,” kata Saufi.

Namun, suasana yang semula normal berubah mencekam ketika suara ledakan tiba-tiba terdengar dari area ruang mesin. Saufi mengaku refleks melindungi wajahnya menggunakan kedua tangan untuk menghindari semburan api.

“Tiba-tiba terdengar suara ledakan. Kami langsung panik. Saya menutupi wajah dengan tangan agar tidak terkena api,” ujarnya.

Setelah kobaran api mulai mereda, para korban berupaya menyelamatkan diri keluar dari ruang mesin yang dipenuhi asap tebal. Saufi mengaku menjadi salah satu orang terakhir yang berhasil keluar karena posisinya berada di sudut ruangan saat ledakan terjadi.

Baca Juga  Sambal Sunti Aceh Tembus Pasar Digital, Tersedia Varian Ayam Suwir dan Kerang

“Saya berada di bagian sudut ruangan, jadi termasuk yang terakhir keluar. Saat itu asap sudah sangat tebal,” katanya.

Menurutnya, sejumlah korban mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan, telinga, hingga tubuh akibat semburan api yang muncul sesaat setelah ledakan.

Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUDZA Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis. Proses evakuasi dilakukan menggunakan bus Trans Koetaradja agar para korban dapat segera dibawa ke rumah sakit tanpa harus menunggu kedatangan ambulans.

Saufi menegaskan bahwa saat kejadian tidak ada aktivitas perbaikan maupun pembongkaran mesin di dalam kapal. Kegiatan yang berlangsung hanya berupa pengenalan komponen-komponen mesin sebagai bagian dari proses pembelajaran dan ujian.

“Kami hanya mengikuti kegiatan pengenalan mesin untuk UTS. Sebelumnya sudah beberapa kali ke kapal dan tidak pernah terjadi apa-apa,” ujarnya.

Akibat luka bakar yang dideritanya, Saufi telah menjalani tindakan operasi pada beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, tangan, dan kaki.