Berita Utama

Mahasiswa KKN USK Latih Warga Olah Pinang Jadi Pewarna Kain

Bambang Iskandar Martin
×

Mahasiswa KKN USK Latih Warga Olah Pinang Jadi Pewarna Kain

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXIX Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok 25 menggelar pelatihan pemanfaatan buah pinang sebagai pewarna alami untuk kain jumputan di Gampong Muka Blang, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu, 29 Juli 2026. (Foto: Humas USK)

Byklik.com | Pidie Jaya – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXIX Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok 25 menggelar pelatihan pemanfaatan buah pinang sebagai pewarna alami untuk kain jumputan di Gampong Muka Blang, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu, 29 Juli 2026.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kreativitas warga melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam lokal menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Dalam kegiatan itu, peserta diperkenalkan tahapan pembuatan kain jumputan, mulai dari persiapan kain, pembuatan motif dengan teknik ikat, pengolahan buah pinang sebagai pewarna alami, hingga proses pencelupan kain. Warga juga diberi kesempatan mempraktikkan secara langsung seluruh tahapan agar lebih memahami teknik pewarnaan menggunakan bahan alami.

Nur Natasya, anggota KKN Reguler XXIX USK Kelompok 25 yang memprakarsai kegiatan tersebut menjelaskan bahwa buah pinang dipilih karena mudah diperoleh di lingkungan sekitar serta memiliki potensi menghasilkan warna alami yang menarik pada kain.

Baca Juga  Dosen USK Wakili Indonesia pada Event Bergengsi Starfield Summit di Toronto

“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan yang sederhana dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar ternyata dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai kreativitas. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat terus mengembangkan ide dan keterampilan yang telah diperoleh,” ujar Nur Natasya.

Pelatihan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari membuat motif hingga proses pewarnaan kain menggunakan ekstrak buah pinang.

Salah seorang peserta, Herniati, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menambah pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan buah pinang yang selama ini lebih banyak dikenal untuk kegunaan lain.

Baca Juga  Lantik 2.393 PPPK, Bupati Tegaskan: Paruh Waktu Bukan Paruh Mutu

“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Selama ini mungkin buah pinang hanya dikenal untuk kegunaan tertentu, tetapi ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk kain. Kegiatan seperti ini juga membuat kami lebih kreatif dan tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri,” ujar Herniati.

Mahasiswa KKN USK berharap keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi produk kerajinan berbasis potensi lokal. Apabila dipadukan dengan motif khas daerah, kain jumputan berbahan pewarna alami dari buah pinang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN USK berupaya mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara kreatif sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di Gampong Muka Blang melalui inovasi yang berkelanjutan.***