Byklik.com | Jakarta – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat operasional distribusi energi nasional melalui keterlibatan 486 perwira perempuan yang tersebar di seluruh Indonesia. Para perwira tersebut berperan dalam mengelola distribusi energi melalui jalur maritim ke berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan kepulauan.
Direktur Armada PTK, Dewi Susanti, mengatakan industri maritim yang selama ini didominasi laki-laki tetap membutuhkan kombinasi kompetensi, ketangguhan, dan ketepatan dalam setiap lini operasional.
“Di tengah dinamika operasional laut yang kompleks, perwira perempuan mampu memimpin dengan kualitas setara. Perempuan PTK hadir sebagai bagian dari kekuatan utama dalam memastikan layanan berjalan aman, andal, dan efisien. Ini bukan hanya tentang representasi, tetapi kontribusi nyata terhadap kualitas layanan,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.
Senada dengan itu, VP Legal & Relations PTK, Amran Reza, menilai peran perempuan tidak hanya memperkuat operasional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam tata kelola perusahaan.
“Semangat Kartini adalah tentang keberanian mengambil peran strategis. Perempuan PTK berkontribusi dalam menjaga integritas, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, serta memperkuat nilai perusahaan yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, momentum Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April menjadi pengingat bahwa peran perempuan bukan sekadar simbol kesetaraan, melainkan bagian dari sistem operasional yang berdampak langsung terhadap kelancaran pasokan energi.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor transportasi laut, PTK mengelola distribusi energi ke berbagai wilayah, termasuk daerah dengan akses terbatas. Dalam operasionalnya, perwira perempuan terlibat di berbagai lini, mulai dari operasi kapal, manajemen armada, layanan pelabuhan, hingga fungsi keselamatan dan kepatuhan (HSSE).
Keterlibatan tersebut dinilai mampu memperkuat stabilitas operasional, khususnya dalam memastikan distribusi energi berjalan tepat waktu serta memenuhi standar keselamatan yang ketat.
Selain itu, PTK juga terus mengembangkan sistem digital dan pemantauan secara real-time untuk meningkatkan efisiensi armada serta meminimalkan potensi gangguan distribusi.
“Keberagaman perspektif, termasuk dari perwira perempuan, mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan serta respons terhadap dinamika di lapangan,” ujar Amran.
Bagi pelanggan dan mitra bisnis, penguatan kapasitas operasional ini memberikan dampak nyata berupa layanan yang lebih andal, distribusi yang lebih terencana, serta penurunan potensi keterlambatan. Di sisi lain, masyarakat juga merasakan manfaat melalui terjaganya ketersediaan energi sebagai kebutuhan dasar.
Ke depan, PTK berkomitmen untuk terus memperkuat peran perempuan melalui pengembangan kompetensi dan peningkatan keterlibatan pada posisi strategis. Hal ini sejalan dengan transformasi industri maritim yang semakin mengedepankan teknologi dan prinsip keberlanjutan.
PTK menilai bahwa keandalan layanan tidak hanya ditentukan oleh armada, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang memastikan setiap proses berjalan aman, efisien, dan tepat sasaran.***











