Internasional

Pendaki Singapura Meninggal Saat Turun dari Manaslu Nepal

Avatar
×

Pendaki Singapura Meninggal Saat Turun dari Manaslu Nepal

Sebarkan artikel ini
Gunung Manaslu di Nepal. [Foto: ADOBE STOCK]

Byklik.com | Kathmandu – Seorang warga negara Singapura berusia 50 tahun meninggal dunia saat mendaki Gunung Manaslu, Nepal, Kamis, 17 September 2026. Pendaki tersebut dilaporkan meninggal pada ketinggian sekitar 6.000 meter setelah merasa tidak nyaman ketika turun dari pendakian aklimatisasi.

Informasi itu dilaporkan sejumlah media Nepal pada hari yang sama. Nepal Tourist Police mengatakan telah menerima laporan kejadian tersebut dari 8K Expeditions, perusahaan yang menangani perjalanan pendakian korban.

Kepolisian Pariwisata Nepal kemudian mengarahkan The Straits Times kepada Nepal Tourism Board yang mengonfirmasi kematian pendaki Singapura tersebut.

Baca Juga  Pendaki Malaysia Berhasil Dievakuasi dari Gunung Rinjani

Pendiri 8K Expeditions, Lakpa Sherpa, mengatakan ekspedisi dimulai dari Kathmandu pada 2 September 2026.

Menurut Lakpa, korban mencapai Camp Two Gunung Manaslu pada 16 September dan bermalam di lokasi tersebut. Korban kemudian mulai turun pada pagi hari berikutnya.

“Dalam perjalanan turun, dia duduk untuk beristirahat, tetapi dalam waktu kurang dari satu menit denyut nadinya hilang,” kata Lakpa kepada The Straits Times, Kamis, 17 September 2026.

Dokter dan sejumlah pendaki yang berada di lokasi kemudian memberikan pertolongan kepada korban. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

The Himalayan Times melaporkan keluarga korban telah diberi tahu mengenai kejadian tersebut.

Baca Juga  Kemenhut dan UNEP Perkuat Kerja Sama REDD+

Tim ekspedisi juga sedang memobilisasi helikopter untuk membawa jenazah korban ke Kathmandu. Namun, proses evakuasi terkendala kondisi cuaca dan medan di kawasan gunung.

Gunung Manaslu memiliki ketinggian 8.163 meter di atas permukaan laut dan merupakan gunung tertinggi kedelapan di dunia. Gunung tersebut berada sekitar 140 hingga 180 kilometer di barat laut Kathmandu.

The Straits Times telah menghubungi Kementerian Luar Negeri Singapura dan Komisi Tinggi Singapura di New Delhi untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai identitas dan kondisi korban.