Berita Utama

Panglima TNI Tinjau Kapal Jepang Bantu Atasi Karhutla

Avatar
×

Panglima TNI Tinjau Kapal Jepang Bantu Atasi Karhutla

Sebarkan artikel ini
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau kapal perang Pasukan Bela Diri Jepang, JS Kunisaki (LST-4003), yang bersandar di Dermaga Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat, 11 September 2026. [Foto: TVRINews]

Byklik.com | Mempawah – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau kapal perang Pasukan Bela Diri Jepang, JS Kunisaki (LST-4003), yang bersandar di Dermaga Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan armada dan peralatan bantuan dari Jepang yang disiapkan untuk mempercepat pemadaman kebakaran di kawasan terdampak.

JS Kunisaki membawa tiga unit helikopter CH-47 Chinook yang akan digunakan dalam operasi pemadaman udara atau water bombing di wilayah Kalimantan. Kapal tersebut membawa 338 personel yang terdiri atas kru kapal, tim pemadaman, dan tim koordinator.

Baca Juga  Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Dukungan Jepang tersebut merupakan bagian dari kerja sama bilateral Indonesia dan Jepang dalam penanggulangan bencana serta misi kemanusiaan. Bantuan ini diharapkan memperluas jangkauan operasi pemadaman sekaligus mempercepat pengendalian karhutla.

Dalam peninjauan itu, Panglima TNI menegaskan jajarannya akan terus mengoptimalkan seluruh kemampuan operasional yang dimiliki untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.

“TNI berkomitmen untuk terus mengoptimalkan seluruh unsur dan kemampuan yang dimiliki dalam penanganan Karhutla guna mempercepat pengendalian kebakaran serta melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran hutan dan lahan,” tegas Agus dalam keterangannya yang dikutip Jumat, 11 September 2026.

Baca Juga  Jepang Hibahkan Delapan Alat Berat Perkuat Penanganan Bencana Aceh

Menurut Agus, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur dan kemampuan untuk memastikan operasi pemadaman berjalan efektif di kawasan terdampak.

Penggunaan helikopter CH-47 Chinook dalam operasi pemadaman udara diharapkan mampu menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditangani melalui operasi pemadaman dari darat.

Selain mempercepat pemadaman, langkah tersebut diarahkan untuk melindungi masyarakat dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan.

TNI bersama unsur terkait dan dukungan Jepang terus memperkuat upaya penanganan karhutla untuk menekan dampak kebakaran sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan dan lahan di wilayah Kalimantan.