Berita Utama

Bener Meriah Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Avatar
×

Bener Meriah Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. [Foto: Dok BPBD Bener Meriah]

Byklik.com | Bener Meriah – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan mengoptimalkan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), memperkuat Desa Tangguh Bencana (Destana), serta meningkatkan koordinasi lintas instansi dan kapasitas masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan penting dilakukan karena kondisi topografi serta tingkat kerawanan bencana di sejumlah wilayah.

“Mitigasi dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat. Penanggulangan bencana bukan hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi harus dimulai dari upaya pencegahan, pengurangan risiko, peningkatan kapasitas, hingga kesiapan menghadapi kondisi darurat,” ujar Ilham saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis, 17 September 2026.

Menurut Ilham, penanggulangan bencana di Bener Meriah berpedoman pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, regulasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), qanun Kabupaten Bener Meriah, serta Surat Keputusan Bupati Bener Meriah terkait kebijakan operasional kebencanaan.

Baca Juga  Pembangunan Jembatan Bailey Bener Meriah Capai 15 Persen

BPBD Bener Meriah akan mengoptimalkan Pusdalops-PB untuk memantau kondisi kebencanaan secara real-time, menerima dan mengolah informasi, menyebarluaskan peringatan dini, serta mempercepat koordinasi ketika terjadi kondisi darurat.

Penguatan mitigasi juga dilakukan melalui pembentukan dan sosialisasi Destana secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang rawan longsor, banjir bandang, dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Selain itu, Pemkab Bener Meriah memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Aceh, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya.

Koordinasi tersebut mencakup pencegahan dan kesiapsiagaan, penanganan keadaan darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Baca Juga  Pertamina Kirim BBM Lewat Udara ke Daerah Terisolasi

Ilham menegaskan peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Edukasi akan dilakukan melalui sosialisasi berkelanjutan, simulasi evakuasi secara berkala, serta penyusunan dan penetapan jalur dan titik evakuasi yang aman.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi bencana di lingkungannya masing-masing. Dengan edukasi dan simulasi yang dilakukan secara berkala, masyarakat diharapkan semakin siap dan mampu mengambil langkah yang tepat ketika terjadi keadaan darurat,” jelasnya.

Pemkab Bener Meriah menargetkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana berjalan mulai dari tingkat kabupaten hingga kampung. Peningkatan kapasitas pemerintah daerah, masyarakat, dan unsur terkait diharapkan memperkuat respons terhadap kondisi darurat agar berlangsung cepat, tepat, dan terkoordinasi.