Byklik.com | Vladivostok – Presiden RI Prabowo Subianto bertemu Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3 September 2026). Pertemuan bilateral itu berlangsung di sela-sela Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 dalam format working lunch.
Putin menyambut kedatangan Prabowo sekaligus menegaskan pentingnya hubungan bilateral kedua negara. Menurutnya, intensitas pertemuan dan komunikasi langsung kedua pemimpin mencerminkan sifat strategis hubungan Rusia dan Indonesia.
“Yang Mulia Bapak Presiden, izinkan saya mengucapkan selamat datang ke Kota Vladivostok. Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini. Dan kontak kita yang pribadi mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia,” ujar Putin.
Putin juga mengapresiasi kesediaan Prabowo menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama. Ia menyatakan Rusia senang menerima kunjungan Presiden Indonesia tersebut.
Prabowo kemudian menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keramahan pemerintah Rusia selama kunjungannya. Ia mengaku merasa terhormat dapat kembali bertemu Putin dan mengunjungi Vladivostok.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo turut menyampaikan ucapan selamat atas Hari Nasional Federasi Rusia yang diperingati 12 Juni 2026 serta KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026.
Prabowo juga meminta maaf karena tidak dapat menghadiri kedua momentum tersebut secara langsung. Menurutnya, saat itu terdapat persoalan dalam negeri yang tidak dapat ditinggalkan.
Meski demikian, Prabowo menegaskan kunjungannya ke Vladivostok merupakan bentuk penghormatan sekaligus komitmen Indonesia terhadap hubungan dengan Rusia.
“Tapi saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” ucap Prabowo.
Pertemuan tersebut turut didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Hadir pula Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares.











