Internasional

Indonesia Tegaskan Relevansi GNB di Tengah Geopolitik Global

Avatar
×

Indonesia Tegaskan Relevansi GNB di Tengah Geopolitik Global

Sebarkan artikel ini
Wamenlu Anis Matta, beserta para ketua delegasi, menanam pohon, mengikuti praktek para peserta konferensi GNB terdahulu. [Foto: Kemlu]

Byklik.com | Beograd – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta mewakili Presiden Republik Indonesia menghadiri Pertemuan Peringatan 65 Tahun KTT Pertama Gerakan Non-Blok (GNB) yang digelar Pemerintah Serbia di Beograd, 30 Agustus hingga 1 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Anis menekankan pentingnya Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada 1955 yang menjadi salah satu inspirasi lahirnya GNB. Ia menegaskan, GNB tidak boleh sekadar menjadi simbol masa lalu, tetapi harus berperan dalam membentuk masa depan dunia.

“Sejalan dengan semangat mulia ini, GNB tidak boleh terjebak menjadi romantisme masa lalu. GNB harus menjadi bagian dari upaya kita membentuk masa depan,” tegas Anis.

Baca Juga  DPR Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA di Bali

Anis menyampaikan tiga hal yang perlu menjadi arah perjuangan GNB. Pertama, menjaga solidaritas dan persaudaraan serta memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih menghadapi penjajahan.

“Kemerdekaan Palestina adalah hutang sejarah yang harus ditunaikan GNB,” ujar Anis.

Kedua, GNB perlu membangun kemandirian strategis, terutama dalam sektor vital seperti pangan, teknologi, dan energi. Menurut Anis, kemandirian tersebut penting agar negara-negara anggota mampu menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks.

Ketiga, GNB harus menjadi bagian dari upaya mewujudkan masa depan yang berlandaskan keadilan, kemerdekaan, dan kerja sama.

Di sela-sela agenda tersebut, Anis juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Serbia, Wamenlu Serbia, dan Wamenlu Arab Saudi. Pertemuan membahas berbagai peluang kerja sama untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara tersebut.

Baca Juga  Prabowo Disambut Hangat Macron di Istana Élysée

KTT pertama GNB berlangsung di Beograd pada 1961 dan dihadiri para pemimpin negara berkembang, termasuk Presiden Sukarno dari Indonesia.

Partisipasi Indonesia dalam pertemuan peringatan tersebut menegaskan komitmen terhadap nilai-nilai Dasasila Bandung yang menginspirasi lahirnya GNB. Nilai itu mencakup penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, penyelesaian sengketa secara damai, serta penghormatan terhadap hukum internasional.

Indonesia menilai nilai-nilai tersebut tetap relevan sebagai fondasi perdamaian dunia dan akan terus diperjuangkan dalam hubungan internasional.