Byklik.com | Jakarta – Kementerian Pertanian memastikan pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah berjalan aman, sehat, dan kondusif melalui penguatan pengawasan hewan kurban di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga menegaskan seluruh proses kurban harus memenuhi aspek kesehatan hewan, keamanan pangan, kesejahteraan hewan, serta sesuai syariat Islam agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan Iduladha tidak hanya menjadi momentum ibadah keagamaan, tetapi juga momentum penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, dan keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
“Kita ingin menjaga Iduladha berjalan dengan lancar dan aman karena ini merupakan hari raya bagi peternak. Proses penyembelihan hewan kurban juga diawasi agar terjaga dari sisi kesejahteraan hewan, kesehatan hewan, sanitasi, kondisi ekologis, serta terjaminnya daging yang aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ujar Agung di Kantor Kementan, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Untuk mendukung pengawasan tersebut, Kementan menerjunkan sebanyak 8.633 petugas pemantau hewan kurban yang berasal dari unsur pemerintah, organisasi profesi veteriner, dan perguruan tinggi. Para petugas bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan pemotongan, hingga pemantauan keamanan pangan asal hewan di berbagai daerah.
Pelaksanaan pengawasan dilakukan secara terpadu bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi maupun kabupaten/kota, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, Perkumpulan Paramedik Veteriner Indonesia, serta civitas akademika fakultas dan sekolah kedokteran hewan di Indonesia.
Selain pengawasan, pemerintah juga memastikan ketersediaan hewan kurban nasional dalam kondisi aman dan mencukupi. Berdasarkan identifikasi Kementan, total ketersediaan hewan kurban pada 2026 diperkirakan mencapai 3.246.790 ekor, lebih tinggi dibanding proyeksi kebutuhan nasional sekitar 2.355.470 ekor.
Dengan kondisi tersebut, terdapat surplus sekitar 891.320 ekor atau meningkat sekitar 3,82 persen dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha.
Untuk komoditas sapi, ketersediaan nasional diperkirakan mencapai sekitar 859 ribu ekor dengan kebutuhan sekitar 791 ribu ekor. Sementara itu, ketersediaan kambing, domba, dan kerbau juga berada dalam kondisi surplus.
Pemerintah juga terus melakukan pengaturan distribusi hewan kurban dari daerah surplus ke daerah dengan kebutuhan tinggi guna memastikan pasokan merata dan harga tetap terkendali di seluruh wilayah Indonesia.
Meski stok hewan kurban dinyatakan aman, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Penyakit Mulut dan Kuku, Lumpy Skin Disease, antraks, dan penyakit hewan menular strategis lainnya seiring meningkatnya lalu lintas ternak menjelang Iduladha.
Untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular dan zoonosis, pemerintah memperketat pengawasan lalu lintas ternak, pemeriksaan kesehatan hewan, vaksinasi, serta penerapan biosekuriti.
Agung menegaskan seluruh petugas pemantau hewan kurban harus hadir sebagai representasi negara dalam melindungi masyarakat.
“Tidak ada toleransi bagi peredaran hewan sakit atau pemotongan yang tidak memenuhi ketentuan kesehatan masyarakat veteriner. Pastikan pemeriksaan ante mortem dan post mortem dilakukan secara optimal karena ini menjadi kunci perlindungan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Selain memenuhi kebutuhan kurban nasional, pemerintah juga menyiapkan kebutuhan ternak untuk pelaksanaan dam haji di dalam negeri. Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah RI per 22 Mei 2026, sebanyak 32.691 jemaah memilih pelaksanaan dam di dalam negeri sehingga diperkirakan akan ada pemotongan sekitar 32.691 ekor kambing dan domba selama Iduladha hingga hari tasyrik tahun ini.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH I Ketut Wirata mengatakan kondisi tersebut membutuhkan kesiapan lebih, termasuk kesiapan suplai ternak dalam negeri.
“Pelaksanaan dam haji di dalam negeri pada 2025 tercatat diikuti 8.477 jemaah. Namun pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi sekitar 32 ribu jemaah. Ini akan menjadi agenda rutin tahunan yang membutuhkan kesiapan lebih, termasuk potensi suplai ternak dari dalam negeri ke depan,” ujar Ketut.
Pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman, sehat, dan nyaman, sekaligus menjaga kesehatan hewan, keamanan pangan, dan keberlanjutan peternakan nasional menjelang Iduladha 1447 Hijriah.***











