Berita Utama

Jembatan Gantung Singgah Mata Rampung, Akses Warga Terbuka

Bambang Iskandar Martin
×

Jembatan Gantung Singgah Mata Rampung, Akses Warga Terbuka

Sebarkan artikel ini
Prosesi peusijuek jembatan gantung perintis di Desa Singgah Mata, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, Senin, 14 September 2026. (Foto: Pendim Aceh Utara)

Byklik.com | Lhoksukon – Kodim 0103/Aceh Utara merampungkan pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Singgah Mata, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara. Jembatan sepanjang 40 meter itu menjadi akses penghubung antara Desa Singgah Mata dan Desa Cot Paya.

Rampungnya pembangunan jembatan tersebut ditandai dengan prosesi peusijuk yang digelar TNI bersama masyarakat, Senin, 14 September 2026.

Peusijuk menjadi ungkapan syukur masyarakat atas selesainya pembangunan jembatan yang telah dinantikan selama bertahun-tahun. Keberadaan akses baru tersebut diharapkan dapat memudahkan mobilitas warga, termasuk anak-anak yang hendak menuju sekolah.

Sebelum jembatan dibangun, warga dari kedua desa harus menempuh jalur memutar sekitar 2 kilometer untuk mencapai wilayah seberang. Sejumlah anak sekolah juga disebut harus menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu.

Geuchik Singgah Mata M Ali mengatakan, pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang telah menantikan akses penghubung antardesa selama belasan tahun.

Baca Juga  Aceh Tetapkan Status Transisi Darurat Menuju Pemulihan

“Jembatan ini sudah belasan tahun belum dibangun. Sebelumnya anak-anak sekolah harus menyeberang menggunakan rakit bambu. Alhamdulillah, sekarang jembatan ini sudah dibangun melalui TNI, Kodim 0103/Aceh Utara dan Koramil 18/Baktiya Barat bersama warga. Kami sangat bersyukur,” ujar M Ali.

Pembangunan jembatan tersebut melibatkan personel Kodim 0103/Aceh Utara dan Koramil 18/Baktiya Barat bersama masyarakat setempat.

Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf. Faisal, melalui Danramil 18/Baktiya Barat Lettu Ismunadi Buwono mengatakan, jembatan gantung tersebut memiliki panjang 40 meter dan lebar 120 sentimeter.

Menurut Ismunadi, jembatan tersebut memiliki kapasitas menahan beban hingga 400 kilogram dan diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat dari kedua desa.

“Jembatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama warga dari kedua desa yang selama ini harus menggunakan jalur memutar,” ujar Ismunadi Buwono.

Baca Juga  Karhutla Masih Dominasi Bencana, Aceh Tengah Ikut Terdampak

Selain memperpendek akses antardesa, keberadaan jembatan tersebut juga memangkas waktu tempuh anak-anak menuju sekolah. Sebelumnya, perjalanan melalui jalur memutar membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Kini, perjalanan melalui jembatan gantung dapat ditempuh sekitar 10 hingga 15 menit.

Akses tersebut tidak hanya mendukung aktivitas pendidikan, tetapi juga memudahkan warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Jembatan penghubung itu diharapkan turut mendukung mobilitas dan aktivitas sosial serta perekonomian masyarakat Desa Singgah Mata dan Desa Cot Paya.

Rampungnya pembangunan jembatan perintis tersebut menjadi salah satu bentuk kerja sama antara TNI dan masyarakat dalam membuka akses penghubung antardesa.

Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan sekaligus menjaga jembatan tersebut secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.***