Byklik.com | Jakarta – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, menegaskan Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil bagi industri kapal pesiar global yang terus berkembang.
Pernyataan tersebut disampaikan Christina saat membuka kegiatan Ambassador’s Dialogue: Unlocking Indonesia’s Potential in Global Cruise Industry Workforce di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Christina, industri kapal pesiar dunia saat ini mengalami pertumbuhan signifikan yang ditandai dengan bertambahnya armada baru, pembukaan rute pelayaran baru, serta meningkatnya kebutuhan layanan hospitality berkualitas. Kondisi itu dinilai membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkarier di pasar kerja internasional.
“Ini menjadi momentum strategis mengingat industri kapal pesiar dunia sedang mengalami pertumbuhan ditandai dengan bertambahnya armada baru, pembukaan rute pelayaran baru, serta meningkatnya kebutuhan layanan hospitality berkualitas,” ujar Christina.
Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjawab kebutuhan tersebut. Selain didukung bonus demografi, pekerja migran Indonesia dikenal memiliki karakter unggul seperti keramahan, kedisiplinan, orientasi pelayanan, serta kemampuan bekerja di lingkungan multikultural.
“Dengan pengalaman panjang di sektor pariwisata, hospitality, dan maritim, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk memperluas kontribusi di industri kapal pesiar global,” katanya.
Christina mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Duta Besar Italia, saat ini hampir 4.800 pekerja migran Indonesia telah bekerja di sektor kapal pesiar di negara tersebut. Jumlah itu menunjukkan besarnya peluang yang masih dapat dikembangkan di masa depan.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperkuat, terutama peningkatan kemampuan bahasa Inggris dan kesiapan talenta Indonesia untuk mengisi posisi supervisor hingga manajerial yang membutuhkan kompetensi teknis, pengalaman profesional, kapasitas kepemimpinan, serta sertifikasi berstandar internasional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian P2MI terus memperkuat kualitas dan perlindungan pekerja migran melalui pendidikan vokasi berstandar internasional, peningkatan kompetensi bahasa dan profesi, perluasan akses sertifikasi internasional, serta penguatan kemitraan dengan industri kapal pesiar dan negara tujuan penempatan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan Migrant Center sebagai Global Talent Development Hub yang mengintegrasikan identifikasi talenta, pelatihan vokasi, sertifikasi, job matching, informasi migrasi, pelindungan pekerja, hingga intelijen pasar kerja dalam satu ekosistem terpadu.
Saat ini, Kementerian P2MI telah membangun 23 Migrant Center di berbagai daerah sebagai sarana pengembangan talenta global Indonesia.
Melalui forum tersebut, Christina juga mengajak para duta besar, mitra internasional, dan pelaku industri kapal pesiar untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan kurikulum, pelatihan, program magang internasional, sertifikasi, rekrutmen tenaga kerja terampil Indonesia, hingga investasi fasilitas pelatihan berkelas dunia.
“Lewat Migrant Center dan kemitraan internasional yang kuat, Indonesia siap berkontribusi dalam membangun tenaga kerja kapal pesiar masa depan yang kompeten, profesional, tangguh, dan berdaya saing global,” tuturnya.







