Nasional

DPR Petakan Titik Rawan Haji 2026 Jelang Puncak Armuzna

Avatar
×

DPR Petakan Titik Rawan Haji 2026 Jelang Puncak Armuzna

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal saat agenda Rapat Koordinasi Timwas Haji DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu 13 Mei 2026. [Foto: DPR RI/Andri]

Byklik.com | Jakarta — Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI mulai memetakan sejumlah titik rawan penyelenggaraan ibadah haji 2026/1447 Hijriah, khususnya menjelang puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

Hal tersebut disampaikan Cucun usai mengikuti Rapat Koordinasi Timwas Haji DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurutnya, Timwas DPR RI telah membagi tugas pengawasan ke sejumlah sektor layanan guna memastikan seluruh pelayanan haji berjalan sesuai hasil Panitia Kerja (Panja) DPR RI bersama Kementerian Haji.

“Kita sudah melakukan persiapan. Jadi brainstorming apa poin-poin yang harus dilakukan dan pembagian tugas kerja. Karena saking banyaknya yang harus diawasi, ada 221 ribu jemaah yang harus kita pastikan pelayanannya berjalan baik,” ujar Cucun.

Baca Juga  Menhut Serahkan 9 SK Perhutanan Sosial di Sulawesi Utara

Ia menjelaskan pengawasan dibagi ke beberapa sektor, mulai dari akomodasi hotel, katering, hingga transportasi jamaah selama berada di Tanah Suci.

“Ada tim yang mengawasi akomodasi dan hotel, kemudian tim cek katering, lalu tim transportasi seperti bus shalawat dan terminal yang digunakan apakah sudah berjalan efektif,” katanya.

Politisi Fraksi PKB itu menyoroti persoalan transportasi jamaah yang dinilai kerap menjadi kendala setiap musim haji. Menurutnya, kepadatan jamaah dari berbagai negara sering membuat jamaah Indonesia kesulitan mendapatkan akses transportasi.

“Jemaah Indonesia sering menyatu dengan negara lain. Kadang mereka harus menunggu bus berjam-jam karena kondisi sangat padat,” ungkapnya.

Baca Juga  Anggota DPR Kecam Razia Pelat BL oleh Gubsu, Minta Presiden Turun Tangan

Selain itu, Timwas DPR RI juga akan fokus melakukan pengawasan menjelang fase puncak haji di Armuzna, termasuk memastikan penerapan skema Murur dan Tanazul bagi jamaah lanjut usia serta berkebutuhan khusus berjalan sesuai rencana.

Cucun menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan kapasitas tenda yang melebihi batas kembali terulang seperti musim haji sebelumnya.

“Kita tidak ingin menemukan lagi tenda yang seharusnya diisi 50 orang tetapi dipaksakan sampai 100 orang sehingga jamaah tidak tertampung,” tegasnya.

Timwas DPR RI juga akan memastikan skema transportasi Taroddudi berjalan optimal agar jamaah tidak terlantar maupun harus berjalan kaki dari Muzdalifah menuju Mina.

“Kita ingin pastikan tidak ada jemaah haji yang jalan kaki dari Muzdalifah ke Mina,” pungkasnya.