Ekonomi & BisnisNasional

PLN Gabungkan 44 Entitas Usaha Menjadi 23 Perusahaan

Avatar
×

PLN Gabungkan 44 Entitas Usaha Menjadi 23 Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Petugas PT PLN memeriksa jaringan listrik melalui ruang kontrol di Jakarta. [Foto: PLN UID Jakarta Raya]

Byklik.com | Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN akan melakukan konsolidasi terhadap 44 entitas usaha menjadi 23 entitas sebagai bagian dari program streamlining grup perusahaan.

Mayoritas penggabungan tersebut menyasar entitas usaha yang bergerak di sektor jasa penunjang ketenagalistrikan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya PLN menyederhanakan struktur bisnis dan meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan program streamlining grup PLN telah dimulai sejak Mei 2026.

Selain konsolidasi, PLN juga melakukan divestasi terhadap entitas yang dinilai tidak strategis serta melikuidasi perusahaan yang sudah tidak aktif atau dormant.

“Dengan target konsolidasi 44 entitas usaha menjadi 23 entitas. Saat ini proses tersebut telah memasuki tahap eksekusi pada kuartal II dan III-2026,” kata Gregorius kepada Bloomberg Technoz, Selasa, 11 Agustus 2026.

Saat ini, struktur grup PLN terdiri atas empat subholding, enam anak usaha pada tingkat holding, serta tiga perusahaan yang memiliki hubungan afiliasi atau kepemilikan saham.

Empat subholding tersebut yakni PT PLN Energi Primer Indonesia, PT PLN Indonesia Power, PT PLN Nusantara Power, dan PT PLN Icon Plus.

PLN Energi Primer Indonesia tercatat memiliki sekitar enam anak perusahaan, PLN Indonesia Power sekitar enam anak perusahaan, PLN Nusantara Power sekitar 10 anak perusahaan, sedangkan PLN Icon Plus memiliki satu anak perusahaan.

Sejumlah anak perusahaan subholding tersebut juga memiliki entitas usaha di bawahnya. PLN Indonesia Power, misalnya, memiliki PLN Indonesia Power Renewables yang menaungi sekitar delapan entitas usaha.

Baca Juga  Bahlil Genjot Hilirisasi dan Energi demi Kemandirian Ekonomi

Sementara itu, anak usaha langsung holding PLN terdiri atas PT PLN Nusada Daya, PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara, PT PLN Batam, PT PLN Electricity Services, PT PLN Enjiniring, dan PT PLN Energy Management Indonesia.

Adapun tiga perusahaan yang menjadi entitas afiliasi PLN yakni PT Geo Dipa Energy, PT Unelec Indonesia atau Unindo, serta PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation.

Dalam program konsolidasi tersebut, sejumlah perusahaan akan digabungkan berdasarkan kesamaan bidang usaha dan fungsi layanan.

Salah satunya PT PLN Electricity Services dan PT PLN Nusa Daya. PLN Electricity Services bergerak dalam bidang operasi dan pemeliharaan jaringan transmisi serta distribusi ketenagalistrikan di wilayah Sumatra, Jawa, dan Bali.

Sementara PLN Nusa Daya menjalankan jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit, transmisi, distribusi, serta pelayanan pelanggan di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Konsolidasi berikutnya menyasar PLN Indonesia Power Services, PLN Nusantara Power Services, dan PLN Suku Cadang.

PLN Indonesia Power Services merupakan anak usaha PLN Indonesia Power yang bergerak dalam jasa operasi dan pemeliharaan, suplai energi, pemeliharaan, perbaikan dan overhaul, EPC, servis, rental power services, serta penyediaan strategic part.

PLN Nusantara Power Services merupakan anak usaha PLN Nusantara Power yang berfokus memenuhi kebutuhan jasa operasi dan pemeliharaan unit pembangkit listrik.

Baca Juga  Kemlu dan ID FOOD Perkuat Diplomasi Ekonomi untuk Ketahanan Pangan

Sementara PLN Suku Cadang merupakan anak usaha PLN Nusantara Power yang menyediakan solusi manajemen dan rantai pasok untuk mendukung sektor ketenagalistrikan dan utilitas.

PLN juga akan menggabungkan Haleyora Powerindo, Paguntaka Cahaya Nusantara, dan Mitra Karya Prima menjadi satu entitas usaha.

Haleyora Powerindo merupakan anak perusahaan PLN Electricity Services yang bergerak dalam bidang pengamanan, pembersihan industri, manajemen gedung, serta layanan operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah dan rendah serta jaringan distribusi listrik di Sumatra, Jawa, dan Bali.

PT Paguntaka Cahaya Nusantara merupakan anak perusahaan PLN Nusa Daya yang berfokus pada pengelolaan tenaga kerja untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan pembangkit, transmisi, serta distribusi tenaga listrik.

Adapun Mitra Karya Prima merupakan anak perusahaan PLN Nusantara Power Services yang menyediakan jasa tenaga kerja untuk kegiatan penyediaan listrik PLN Nusantara Power Services.

Program perampingan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi lapisan birokrasi serta menyederhanakan struktur anak dan cucu perusahaan BUMN besar.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya mengatakan Presiden Prabowo telah memerintahkan pengurangan layer serta anak dan cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan sejumlah BUMN lainnya.

“Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya,” tulis Teddy dalam keterangan tertulis, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut Teddy, penyederhanaan struktur organisasi tersebut ditujukan untuk menciptakan BUMN yang lebih adaptif, efisien, dan produktif.