Nasional

Mendikdasmen Perkuat Persiapan SNT Jelang MPLS Perdana

Bambang Iskandar Martin
×

Mendikdasmen Perkuat Persiapan SNT Jelang MPLS Perdana

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan penguatan kepada kepala sekolah dan Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat, 7 Agustus 2026. (Foto: Kemendikdasmen)

Byklik.com | Tangerang – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan penguatan kepada kepala sekolah dan Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) perdana pada 10 Agustus 2026.

Penguatan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendidikan, Pelatihan, dan Pembekalan Kepala Sekolah dan TPP SNT di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat, 7 Agustus 2026.

Abdul Mu’ti mengatakan kepala sekolah dan TPP memiliki peran penting dalam membangun lingkungan serta budaya belajar di SNT sejak hari pertama kegiatan pendidikan berlangsung.

Menurutnya, kepala sekolah dan TPP tidak hanya bertanggung jawab memastikan proses pembelajaran berjalan, tetapi juga harus mampu menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, menciptakan suasana sekolah yang aman dan menyenangkan, serta mendampingi murid mengembangkan potensinya.

“Saudara-saudara adalah bagian dari sejarah baru pendidikan Indonesia. Mari kita wujudkan mimpi Indonesia Hebat melalui prestasi anak-anak bangsa. Jalankan tugas ini dengan penuh dedikasi, sukacita, dan semangat untuk terus belajar,” ujar Abdul Mu’ti.

Guru Diminta Terus Tingkatkan Kompetensi

Abdul Mu’ti menilai keberhasilan penyelenggaraan SNT sangat dipengaruhi kualitas kepala sekolah dan pendidik yang menjalankan proses pembelajaran.

Ia mengatakan pendidik tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Guru juga perlu terus meningkatkan kapasitas agar mampu menjadi pembimbing sekaligus sumber inspirasi bagi murid.

Baca Juga  Pemerintah Perkuat Kolaborasi Riset untuk Swasembada Pangan

“Guru harus terus belajar. Kita mengajar agar murid belajar, dan pada saat yang sama mengajar juga merupakan proses untuk kita terus belajar. Jangan pernah berhenti meningkatkan kapasitas diri,” katanya.

Selain itu, Abdul Mu’ti mendorong kepala sekolah dan TPP memanfaatkan ruang inovasi dalam mengembangkan SNT. Sebagai satuan pendidikan yang baru tumbuh, SNT diharapkan dapat mengembangkan praktik pembelajaran yang baik dengan mempelajari pengalaman sekolah berkinerja baik di dalam maupun luar negeri.

Namun, praktik tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan murid dan karakteristik masing-masing sekolah. Dengan demikian, inovasi yang diterapkan tetap relevan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.

8.000 Kepala Sekolah Ikuti Seleksi

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, mengatakan para kepala sekolah dan TPP telah menjalani proses seleksi dan pembekalan sebelum bertugas di SNT.

Menurut Gogot, seleksi kepala sekolah SNT berlangsung melalui beberapa tahapan. Sekitar 8.000 kepala sekolah mengikuti proses seleksi hingga terpilih mereka yang akan memimpin SNT.

Sementara itu, TPP dipilih oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari sekitar 60.000 lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah memenuhi persyaratan.

Baca Juga  Menko Polkam: Prajurit Natuna Penentu Wibawa Indonesia

Selama pembekalan, para peserta mendapatkan penguatan mengenai kepemimpinan dan pembelajaran. Mereka juga berkoordinasi dengan unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikdasmen mengenai kesiapan penyelenggaraan pendidikan di masing-masing lokasi.

Koordinasi tersebut mencakup kesiapan ruang kelas, laboratorium, serta berbagai fasilitas pembelajaran yang diperlukan untuk menunjang kegiatan murid.

SNT Diharapkan Jadi Pusat Keunggulan Pendidikan

Gogot berharap kepala sekolah dan TPP menjadi penggerak utama pengembangan SNT sekaligus memastikan budaya pendidikan bermutu diterapkan sejak murid pertama kali memasuki lingkungan sekolah.

“Semoga kegiatan ini menjadikan kepala sekolah dan TPP menjadi penggerak utama pengembangan SNT. Kehadiran SNT juga diharapkan mampu menjadi pusat keunggulan pendidikan, katalisator pemerataan mutu, serta model penerapan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics, and Sport (STEMS), Pembelajaran Mendalam, dan Digitalisasi Pembelajaran,” ujar Gogot.

Pelaksanaan MPLS pada 10 Agustus 2026 akan menjadi momentum awal bagi kepala sekolah dan TPP untuk menerapkan hasil pendidikan, pelatihan, dan pembekalan dalam kegiatan sekolah.

Melalui kepemimpinan yang kuat, pendidik yang terus meningkatkan kompetensi, serta budaya sekolah yang berorientasi pada perkembangan murid, SNT diharapkan dapat tumbuh sebagai pusat keunggulan pendidikan dan memberikan manfaat bagi murid serta ekosistem pendidikan di wilayah sekitarnya.***