Byklik.com | Jakarta – Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp14,1 triliun untuk program revitalisasi 11.744 sekolah pada 2026, serta mengusulkan tambahan Rp89,5 triliun guna memperluas sasaran hingga 60 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengatakan, alokasi anggaran tersebut menjadi bagian dari percepatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di sektor pendidikan yang menjadi prioritas Presiden.
Menurutnya, program revitalisasi sekolah terus menunjukkan progres signifikan. Pada 2025, program ini telah menjangkau 16.167 sekolah, dengan 16.062 di antaranya telah selesai dibangun hingga 11 Maret 2026.
“Program Revitalisasi Sekolah ini terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak satuan pendidikan, seiring dengan komitmen pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan secara merata,” ujar Qodari, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia menambahkan, pelaksanaan program dilakukan secara swakelola di tingkat satuan pendidikan dengan melibatkan masyarakat sekitar. Skema ini dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi lokal.
Data KSP mencatat, program tersebut telah menyerap 238.131 tenaga kerja lokal dengan rata-rata 22 pekerja per sekolah, serta menggerakkan sekitar 58.000 pelaku UMKM, mulai dari penyedia bahan bangunan hingga jasa pendukung lainnya.
Selain revitalisasi, pemerintah juga mengakselerasi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Program ini ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 dan mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II juga diperkirakan menyerap sekitar 58.000 tenaga kerja dan didukung oleh 5.200 tenaga pendidik.
Qodari menegaskan, besarnya alokasi anggaran dan target pembangunan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan nasional, sekaligus membantah isu adanya pemotongan anggaran.
“Hal ini membuktikan bahwa anggaran di sektor pendidikan semakin diperkuat,” tegasnya.











