Berita Utama

USK Gelar Simposium Bahas Infrastruktur Tangguh Iklim

Bambang Iskandar Martin
×

USK Gelar Simposium Bahas Infrastruktur Tangguh Iklim

Sebarkan artikel ini
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., saat memberi sambutan pada acara The 7th Aceh International Symposium on Civil Engineering (AISCE) 2026. (Foto: Dok. Humas USK)

Byklik.com | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menggelar The 7th Aceh International Symposium on Civil Engineering (AISCE) 2026 pada 14–15 Juli 2026.

Simposium internasional yang mengusung tema Resilient Infrastructure under Climate Change itu menjadi forum bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk membahas pembangunan infrastruktur yang tangguh dalam menghadapi perubahan iklim dan risiko bencana.

Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Teknik USK tersebut diikuti peserta dari Indonesia, Pakistan, Thailand, Malaysia, Jepang, Irak, dan Inggris. Pada penyelenggaraan tahun ini, AISCE mencatat peningkatan partisipasi dengan diterimanya hampir 40 makalah ilmiah yang dipresentasikan selama dua hari pelaksanaan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., membuka secara resmi simposium tersebut. Dalam sambutannya, ia mengatakan AISCE menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pembangunan infrastruktur.

Baca Juga  TNI–BNPB Bersihkan Pantai Lhokseumawe Pascabanjir

“AISCE kami harapkan menjadi wadah bagi akademisi dan praktisi untuk berbagi ilmu pengetahuan. Hasil dari forum ini diharapkan memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi Pemerintah Aceh, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam merespons tantangan pembangunan infrastruktur di tingkat global,” ujar Ramzi.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas negara melalui forum ilmiah memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.

Dekan Fakultas Teknik USK, Prof. Dr. Ir. Iskandar, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., mengatakan penyelenggaraan AISCE diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur di Aceh, khususnya dalam mendukung upaya mitigasi bencana dan meningkatkan ketangguhan wilayah terhadap ancaman tsunami.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan AISCE 2026. Fokus kita adalah mengembangkan infrastruktur yang berkelanjutan dan adaptif sebagai respons terhadap perubahan iklim,” katanya.

Baca Juga  99 Ribu Warga Aceh Tamiang Terima Bantuan Pascabencana

AISCE 2026 menghadirkan tiga pembicara utama dari kalangan akademisi internasional, yakni Kepala Global Engagement Office (GEO) USK Prof. Syamsidik, Dr. Khamarrul Azahari Bin Razak dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), serta Dr. Ezri Hayat dari Teesside University, Inggris. Ketiganya memaparkan berbagai tantangan, peluang, dan inovasi dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang mampu beradaptasi dengan dampak perubahan iklim.

Selain menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, simposium tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan kalangan profesional di bidang teknik sipil.

Melalui penyelenggaraan AISCE 2026, USK menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya riset berkualitas dan memperluas kerja sama internasional. Hasil kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi yang aplikatif dalam menghadapi dampak perubahan iklim, meminimalkan risiko bencana, serta mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan global.***