Berita UtamaHeadline

Karhutla Aceh Selatan Padam Total Setelah Sepuluh Hari Pemadaman

Avatar
×

Karhutla Aceh Selatan Padam Total Setelah Sepuluh Hari Pemadaman

Sebarkan artikel ini
Tim Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit yang dikerahkan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Rabu, 15 Juli 2026. [Foto: Dalkarhut Wil. Sumatera]

Byklik.com | Banda Aceh – Upaya tanpa henti selama 10 hari akhirnya membuahkan hasil. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan sekitar 28 hektare kawasan di Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, berhasil dipadamkan sepenuhnya. Berakhirnya operasi ini sekaligus menutup salah satu penanganan karhutla terbesar di Aceh sepanjang Juli 2026.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, memastikan seluruh titik api telah berhasil dipadamkan setelah operasi intensif yang melibatkan berbagai unsur di lapangan.

“Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, kami nyatakan padam total. Operasi pemadaman berlangsung selama 10 hari kerja,” kata Ferdian dikutip Antara, Kamis, 16 Juli 2026.

Operasi pemadaman dipimpin Tim Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit yang dikerahkan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera. Penanganan kebakaran juga melibatkan personel Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh serta karyawan perusahaan perkebunan yang berada di sekitar lokasi.

Baca Juga  Pemkab Aceh Tamiang Pastikan Semua Korban Banjir Terdata

Ferdian menjelaskan medan yang dihadapi petugas tidak mudah. Kebakaran terjadi di lahan gambut yang sebagian merupakan kawasan hak guna usaha (HGU) dan sebagian lainnya berada di kawasan konservasi. Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar, tanaman pakis, anakan pohon, hingga kelapa sawit.

Kondisi tersebut diperparah dengan terbatasnya sumber air. Seiring meluasnya titik api, kanal-kanal di sekitar lokasi mulai mengering sehingga tim harus menyusun alternatif dengan menyiapkan embung menggunakan alat berat sebagai penampung air untuk mendukung proses pemadaman.

Meski api sempat menyisakan asap tipis dan membentuk titik-titik bara di sejumlah lokasi, petugas terus melakukan penyisiran hingga memastikan tidak ada lagi potensi kebakaran kembali muncul.

Baca Juga  TNI–Polri dan BPBD Siaga Cegah Api Susulan Karhutla Aceh Barat

Karhutla di Seuneubok Pusaka pertama kali terdeteksi pada Senin, 6 Juli 2026, dengan luas awal sekitar 20 hektare. Dalam beberapa hari berikutnya, api terus meluas hingga membakar sekitar 28 hektare lahan sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.

Dengan padamnya kebakaran tersebut, Tim Manggala Agni mulai melakukan demobilisasi untuk pergantian personel. Tim selanjutnya akan diterjunkan membantu penanganan karhutla di Kabupaten Nagan Raya yang juga tengah menghadapi ancaman kebakaran lahan.

“Kini, kondisi karhutla padam total. Selanjutnya, tim Manggala Agni demobilisasi, melaksanakan pergantian tugas dan personel baru yang melaksanakan pemadaman karhutla di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh,” ujar Ferdian.