HeadlineHumaniora

Replika Unta Curian Perhatian di Pawai 1 Muharram Banda Aceh

Avatar
×

Replika Unta Curian Perhatian di Pawai 1 Muharram Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Penampilan peserta dari SD Islam Al-Azhar Kairo menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Mereka menampilkan replika unta yang terlihat begitu menarik dan realistis sehingga mengundang perhatian Bunda PAUD Aceh, Marlina Muzakir turun langsung dari panggung kehormatan untuk berfoto bersama para peserta, Selasa, 16 Juni 2026. [Foto: IG Marlina Usman]

Byklik.com | Banda Aceh – Suasana semarak mewarnai Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang berlangsung di Banda Aceh, Selasa, 16 Juni 2026. Takbir dan salawat yang dikumandangkan para peserta menggema sepanjang rute pawai, mulai dari Lapangan Blang Padang, melintasi panggung kehormatan di Meuligoe Gubernur Aceh, hingga berakhir di Masjid Raya Baiturrahman.

Dari puluhan kontingen yang tampil, penampilan peserta dari SD Islam Al-Azhar Kairo menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Mereka menampilkan replika unta yang terlihat begitu menarik dan realistis sehingga mengundang perhatian para tamu undangan.

Kreativitas tersebut membuat Bunda PAUD Aceh, Marlina Muzakir, dan Wakil Bunda PAUD Aceh, Mukarramah Fadhlullah, turun langsung dari panggung kehormatan untuk berfoto bersama para peserta.

https://instagram.fkno3-1.fna.fbcdn.net/v/t51.82787-15/724453827_18333033607267174_6398369834770354884_n.jpg?stp=dst-jpg_e35_tt6&_nc_cat=102&ig_cache_key=MzkyMDYyMjI2Mjk1MjQxNzU0NQ%3D%3D.3-ccb7-5&ccb=7-5&_nc_sid=58cdad&efg=eyJ2ZW5jb2RlX3RhZyI6IkNBUk9VU0VMX0lURU0ueHBpZHMuMjczMy5zZHIucmVndWxhcl9waG90by5DMyJ9&_nc_ohc=vk44a1RxXOcQ7kNvwH41Hlg&_nc_oc=AdrEKo_bnzpTb9MQCZnBy9QGizVo0a2mgd9IpeV69pYhAqVj3b01-VQqW11lj-oEYeytOOZPGd6pmBzojwByTO3x&_nc_ad=z-m&_nc_cid=1225&_nc_zt=23&_nc_ht=instagram.fkno3-1.fna&_nc_gid=yX46gb9lymVePUXBBp3enQ&_nc_ss=7a22e&oh=00_Af9qBzX3FbwDgIdugqvVUQFaLlnOD36USMibVJ12stfA0g&oe=6A3750A1

Meski tampak seperti unta sungguhan, replika tersebut dibuat dari styrofoam yang dibentuk menyerupai kepala unta dan dimainkan oleh dua siswa yang berperan sebagai tubuh unta. Balutan kain khas Arab yang menutupi keduanya membuat penampilan itu terlihat semakin hidup.

Baca Juga  Tito Puji Respons Cepat Ketua TP PKK Aceh di Tengah Bencana

Bunda PAUD Aceh yang akrab disapa Kak Na mengapresiasi kreativitas para peserta yang dinilainya mampu menghadirkan pertunjukan edukatif sekaligus menghibur.

“Keren, kreatif, luar biasa. Anak-anak kita bersama para guru benar-benar menampilkan kreasi yang luar biasa. Unta dari SD Islam Al-Azhar Kairo sangat menarik perhatian. Dari MAN 3 juga menampilkan kreasi unta yang tidak kalah menarik. Ada pula fragmen perjuangan pahlawan perempuan Aceh, Cut Nyak Dhien. Seluruh peserta tampil sangat keren hari ini,” ujar Kak Na.

Ia menilai pawai tersebut tidak hanya menjadi sarana syiar Islam, tetapi juga wadah bagi para pelajar untuk mengekspresikan kreativitas dan menampilkan karya-karya edukatif yang bernilai keagamaan.

Pada kesempatan itu, Kak Na juga menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada seluruh masyarakat Aceh.

“Semoga tekad dan niat baik kita untuk berubah dan berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik mendapat bimbingan dan kemudahan dari Allah SWT,” katanya.

Baca Juga  TP PKK Aceh Tekankan Pentingnya Skrining Kesehatan Anak

Pawai 1 Muharram 1448 Hijriah tahun ini diikuti 48 kontingen yang terdiri atas 10 kontingen taman kanak-kanak (TK), 10 kontingen sekolah dasar (SD), 15 kontingen sekolah menengah pertama (SMP), dan 13 kontingen sekolah menengah atas (SMA). Setiap kontingen diperkuat sedikitnya 40 siswa.

Selain menampilkan busana Islami, para peserta juga menghadirkan beragam kreasi menarik lainnya, seperti miniatur Ka’bah, Alquran raksasa, fragmen perjuangan tokoh-tokoh Islam dan pahlawan Aceh, pembacaan puisi, yel-yel, hingga poster berisi pesan-pesan Islami.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Aceh A. Murthala, Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Marzuki, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Meutia Juliana, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Melalui pawai tersebut, Pemerintah Aceh berharap semangat Tahun Baru Islam tidak hanya dirayakan sebagai tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keislaman, kreativitas generasi muda, serta kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.