Lingkungan & Energi

Pelajar dan Mahasiswa Tanam 300 Mangrove di Pesisir Aceh Besar

Raudhatul
×

Pelajar dan Mahasiswa Tanam 300 Mangrove di Pesisir Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
Puluhan pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Banda Aceh menanam 300 bibit mangrove di kawasan pesisir Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Jumat, 5 Juni 2026,[Foto: Raudhah/Byklik.com]

Byklik.com | Baitussalam – Puluhan pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Banda Aceh menanam 300 bibit mangrove di kawasan pesisir Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Jumat, 5 Juni 2026, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kegiatan yang melibatkan sekitar 70 peserta tersebut menjadi bentuk kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim.

Bibit mangrove yang ditanam merupakan bantuan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Krueng Aceh dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh.

Ketua panitia, Muhammad Fazil, mengatakan lokasi penanaman dipilih di wilayah Aceh Besar karena kawasan mangrove di Kota Banda Aceh saat ini semakin terbatas.

“Lahan mangrove di Banda Aceh sudah sangat minim. Kalau pun ada, penggunaannya terbatas. Karena itu kami memilih Aceh Besar agar peserta bisa langsung terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga  Mubadala Energy Fokus Tangani Stunting di Aceh Melalui Program Ini

Menurut Fazil, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menghijaukan kawasan pesisir, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda melalui aksi nyata.

Ia menjelaskan, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain menjadi habitat berbagai jenis biota laut, tanaman tersebut juga berfungsi menahan abrasi, mengurangi dampak gelombang pasang, serta membantu melindungi kawasan pantai dari ancaman bencana.

Kegiatan penanaman mangrove itu turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya DLHK Aceh, BPDAS Krueng Aceh, Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh, serta Keluarga Besar PII Aceh.

Perwakilan DLHK Aceh, Safruddin, mengatakan menanam pohon merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat di masa depan.

Baca Juga  Belasan Mahasiswa USK Ikuti Student Exchange ke Thailand

“Menanam pohon bukan hanya menjaga alam, tetapi juga menjadi investasi kebaikan untuk masa depan. Apa yang ditanam hari ini akan memberikan manfaat bagi banyak makhluk hidup,” katanya.

Safruddin menambahkan, pemerintah berencana melanjutkan program penghijauan melalui penanaman di kawasan hutan rakyat sebagai bagian dari upaya memperkuat konservasi lingkungan di Aceh.

Melalui aksi penanaman mangrove tersebut, para pelajar dan mahasiswa tidak hanya memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia secara seremonial, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian alam. Kegiatan itu diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa perlindungan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai sejak dini.