Lingkungan & EnergiTeknologi & Sains

Ampas Kopi Gayo Berpotensi Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan

Avatar
×

Ampas Kopi Gayo Berpotensi Jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Temuan itu dipaparkan Postdoctoral Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Haya Fathana, dalam Webinar Jejak Kimia Molekuler Edisi ke-10, Kamis, 16 Juli 2026. [Foto: BRIN]

Byklik.com | Jakarta – Limbah ampas kopi Gayo berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku kemasan pangan ramah lingkungan melalui pengembangan film komposit berbasis kitosan. Inovasi tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap plastik konvensional yang sulit terurai sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular.

Temuan itu dipaparkan Postdoctoral Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Haya Fathana, dalam Webinar Jejak Kimia Molekuler Edisi ke-10, Kamis, 16 Juli 2026, melalui presentasi berjudul Kajian Fisikokimia Film Komposit Kitosan Berbasis Limbah Ampas Kopi Gayo dan Aplikasinya.

Haya menjelaskan, plastik konvensional masih mendominasi industri pangan, namun menimbulkan persoalan lingkungan karena berasal dari bahan yang tidak terbarukan dan membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai.

“Oleh sebab itu, diperlukan material alternatif yang ramah lingkungan dan berkinerja baik,” ujarnya.

Menurut Haya, kitosan merupakan biopolimer yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan kemasan karena bersifat biodegradable, biokompatibel, dan mampu membentuk lapisan film. Namun, material tersebut masih memiliki kelemahan pada kekuatan mekanik serta ketahanan terhadap air sehingga perlu dimodifikasi.

Baca Juga  BRIN dan Telkom University Perkuat Kolaborasi Robotika dan AI

Dalam penelitiannya, Haya memanfaatkan limbah ampas kopi Gayo yang kaya akan selulosa, hemiselulosa, lignin, dan polifenol untuk meningkatkan kekuatan mekanik, stabilitas termal, sifat hidrofobik, serta aktivitas antioksidan film komposit. Penelitian itu juga menambahkan nanopartikel seng oksida (ZnO) guna meningkatkan sifat antimikroba, perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV), dan performa mekanik material.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa film komposit yang dikembangkan berhasil terbentuk secara utuh dan fleksibel. Penambahan ampas kopi Gayo menghasilkan perubahan warna kecokelatan sebagai indikasi keberadaan partikel lignoselulosa, sedangkan penambahan ZnO tetap menghasilkan film yang homogen tanpa retakan sehingga layak untuk karakterisasi lebih lanjut,” jelasnya.

Karakterisasi material menunjukkan adanya interaksi antarmolekul antara kitosan, komponen lignoselulosa dari ampas kopi, dan nanopartikel ZnO. Kombinasi tersebut mampu meningkatkan kekuatan mekanik, memperbaiki sifat hidrofobik, mengurangi permeabilitas uap air, serta meningkatkan kemampuan film dalam menghalangi radiasi ultraviolet dibandingkan film kitosan murni.

Baca Juga  UGM Bentuk Riset Kutub Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

Selain memiliki sifat fisik yang lebih baik, film komposit tersebut juga memperlihatkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Menurut Haya, kombinasi limbah ampas kopi Gayo dan ZnO menghasilkan efektivitas penghambatan mikroba paling tinggi sehingga berpotensi diterapkan sebagai kemasan pangan aktif (active packaging).

“Pemanfaatan ampas kopi Gayo tidak hanya memberi nilai tambah pada limbah, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular melalui pengembangan kemasan pangan berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, penelitian tersebut membuka peluang pemanfaatan biomaterial lokal dengan karakteristik mekanik, daya penghalang, perlindungan terhadap sinar UV, dan sifat antibakteri yang lebih baik untuk mendukung inovasi kemasan pangan masa depan.