Berita Utama

Cegah Kekerasan Anak, Pemkab Aceh Timur Siapkan Rumah Aman

Bambang Iskandar Martin
×

Cegah Kekerasan Anak, Pemkab Aceh Timur Siapkan Rumah Aman

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, saat memimpin rapat koordinasi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Aceh Timur di Pendopo Bupati Aceh Timur, Selasa, 14 Juli 2026. (Foto: Prokopim Aceh Timur)

Byklik.com | Idi Rayeuk – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menekan angka kekerasan terhadap anak, salah satunya dengan membangun rumah aman (safe house) bagi korban. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan anak sekaligus meningkatkan pencegahan hingga ke tingkat gampong.

Komitmen itu ditegaskan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, saat memimpin rapat koordinasi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Aceh Timur di Pendopo Bupati Aceh Timur, Selasa, 14 Juli 2026.

Rapat tersebut digelar sebagai respons pemerintah daerah terhadap meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak yang masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Aceh Timur. Selain membahas penanganan korban, pemerintah juga menyusun strategi pencegahan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Kasus kekerasan terhadap anak menjadi perhatian serius bagi kami, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Karena itu, pencegahan harus segera dilakukan, sekaligus mencari solusi bagaimana kita dapat melindungi dan mendampingi anak-anak yang menjadi korban,” ujar Al-Farlaky.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 31 kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Aceh Timur. Kasus tersebut terdiri atas berbagai bentuk tindak kekerasan yang memerlukan penanganan serius dari seluruh pihak.

Baca Juga  Flower Aceh Desak Perlindungan Maksimal Korban Kekerasan Anak Aceh Timur

Menurut Al-Farlaky, angka tersebut menjadi alarm bagi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kekerasan yang mengancam anak.

Ia mengungkapkan, sejumlah kasus kekerasan seksual justru dilakukan oleh orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan korban. Kondisi tersebut menyebabkan banyak anak memilih diam karena takut atau enggan melaporkan peristiwa yang dialaminya.

“Ini yang sangat memprihatinkan. Banyak pelaku merupakan orang terdekat korban sehingga anak-anak tidak berani melapor. Fenomena ini ibarat gunung es. Yang terlihat hanya sebagian kecil, sementara masih banyak kemungkinan kasus yang belum terungkap,” katanya.

Untuk memperkuat upaya pencegahan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan meningkatkan sosialisasi hingga ke tingkat desa dengan melibatkan aparatur gampong, tokoh agama, tokoh adat, cerdik pandai, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen membangun rumah aman (safe house) sebagai tempat perlindungan sementara bagi anak-anak korban kekerasan. Fasilitas tersebut akan menyediakan layanan pendampingan psikologis, sosial, serta perlindungan bagi korban selama menjalani proses pemulihan.

“Kita akan fokus menyediakan rumah aman bagi anak-anak korban kekerasan. Di sana mereka akan mendapatkan pendampingan sehingga bisa keluar dari situasi yang tidak aman dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ujar Al-Farlaky.

Baca Juga  Pemkab Aceh Timur Jemput Kepulangan Nelayan dari Thailand

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Timur, Lismawani Iskandar, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang ditempuh pemerintah daerah. Menurutnya, TP PKK siap memperkuat edukasi dan sosialisasi melalui jaringan organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan gampong.

“Kami akan bergerak melalui jaringan PKK hingga ke tingkat gampong. Bersama seluruh stakeholder, kami akan terus melakukan sosialisasi dan mencari solusi terbaik agar anak-anak Aceh Timur terlindungi dari segala bentuk kekerasan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TP PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan keluarga dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi anak sehingga angka kekerasan dapat ditekan secara signifikan.

Melalui langkah tersebut, pemerintah menargetkan setiap anak di Aceh Timur dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, serta memperoleh perlindungan yang optimal dari segala bentuk kekerasan.

“Sehingga setiap anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh perlindungan. Kita berharap angka kekerasan terhadap anak di Aceh Timur dapat ditekan hingga nihil,” pungkas Lismawani.***