Byklik.com | Jakarta – Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela resmi memasuki tahap pembangunan setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, bersama lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis 16 Juli 2026. Proyek senilai sekitar Rp355 triliun itu menjadi salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia sekaligus menandai babak baru penguatan kedaulatan energi nasional.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengembangan LNG Abadi Masela bukan sekadar proyek migas, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi, mempercepat hilirisasi industri, serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
“Proyek ini merupakan tonggak penting menuju kemandirian energi dan akan menjadi mesin baru kemakmuran rakyat,” ujar Presiden dalam sambutannya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan groundbreaking tersebut mengakhiri penantian panjang proyek yang telah bergulir sejak 1998. Menurutnya, proyek Masela kini memasuki fase nyata setelah berbagai hambatan investasi berhasil diselesaikan.
“Ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi sebagai pilar strategis pembangunan nasional,” kata Bahlil. Ia menambahkan tahap konstruksi penuh ditargetkan dimulai pada 2027.
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyambut dimulainya pembangunan proyek tersebut. Menurutnya, investasi jumbo senilai Rp355 triliun akan memberikan dampak besar terhadap ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi nasional, hingga pemerataan pembangunan di Indonesia Timur.
“Groundbreaking Proyek Masela bukan sekadar dimulainya pembangunan infrastruktur energi. Ini adalah simbol optimisme baru Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan energi, memperkuat daya saing nasional, sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia,” ujar Sari.
Selain meningkatkan pasokan gas nasional, proyek LNG Abadi Masela juga diproyeksikan membuka lapangan kerja, mendorong investasi lanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama industri gas alam cair (LNG) di kawasan Asia Pasifik.











