Byklik.com | Takengon — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian merespons cepat permohonan bantuan alat berat yang diajukan Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., untuk penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Bantuan itu diberikan sebagai tindak lanjut atas permohonan langsung Bupati Aceh Tengah kepada Mendagri yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Aceh dan Sumatera.
Sejumlah wilayah di Aceh Tengah hingga kini masih mengalami gangguan akses jalan akibat longsor dan banjir. Intensitas hujan yang tinggi juga membuat kawasan tersebut rawan terjadi longsor dan meluapnya aliran sungai.
Alat berat yang dikirim pemerintah pusat nantinya digunakan untuk membersihkan material longsor, memperbaiki akses jalan, serta melakukan normalisasi sungai di sejumlah titik terdampak bencana.
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri atas perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Aceh Tengah.
“Kami, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama Bapak Wakil Bupati dan seluruh jajaran, hari ini kedatangan tim dari Kemendagri atas perintah langsung Bapak Mendagri terkait bantuan penanganan pascabencana,” ujar Haili Yoga didampingi Wakil Bupati Muchsin Hasan, MSP, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia menjelaskan bantuan yang diberikan terdiri dari 14 unit dump truck, empat unit excavator, dan tiga unit backhoe loader.
Menurut Haili Yoga, bantuan tersebut sangat dibutuhkan karena Aceh Tengah hampir setiap hari menghadapi bencana longsor dan banjir di sejumlah wilayah.
“Dengan datangnya bantuan dari Bapak Mendagri ini tentu sangat membantu masyarakat Aceh Tengah. Tadi kami juga baru selesai rapat bersama 42 desa terdampak bencana yang memang membutuhkan alat berat ini,” katanya.
Selain alat berat, pemerintah pusat juga memberikan dukungan biaya operasional berupa operator dan bahan bakar minyak selama proses pemulihan bencana berlangsung.
Haili Yoga berharap bantuan alat berat tersebut dapat terus digunakan di Aceh Tengah mengingat tingginya potensi bencana di daerah itu.
“Kami berharap alat berat ini nantinya bisa tetap digunakan di Aceh Tengah dan tidak ditarik kembali, karena kondisi daerah kami memang sangat membutuhkan. Terima kasih kepada Bapak Mendagri atas perhatian dan dukungannya. Ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah pusat hadir untuk masyarakat Aceh Tengah,” pungkasnya.











