Byklik.com | Bireuen – Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, kembali beroperasi pada Minggu, 20 September 2026. Beroperasinya jembatan tersebut memulihkan akses penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di jalur lintas timur Aceh.
Jembatan Krueng Tingkeum menjadi penghubung pergerakan orang dan barang antara Aceh dan Sumatera Utara. Kembali normalnya akses tersebut diharapkan memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, hasil pertanian, serta berbagai komoditas ekonomi dari dan menuju Kabupaten Bireuen.
Bupati Bireuen, Mukhlis, mengatakan pengoperasian kembali jembatan tersebut merupakan bagian dari pemulihan infrastruktur setelah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen pada 25–26 November 2025.
“Terkait dengan dibukanya Jembatan Krueng Tingkeum ini, kita berharap dapat membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Kabupaten Bireuen dan Aceh yang sangat terdampak akibat bencana,” ujar Mukhlis saat mendampingi Direktur Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Gatot Sukmana, Minggu, 20 September 2026.
Menurut Mukhlis, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya memulihkan akses transportasi, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada kelancaran jalur lintas timur Aceh.
12 Jembatan Rusak Akibat Bencana
Bencana hidrometeorologi pada November 2025 menyebabkan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Bireuen mengalami kerusakan berat. Sebanyak 12 jembatan di sepanjang aliran Krueng Peusangan dilaporkan putus total.
Jembatan yang rusak terdiri atas delapan jembatan rangka baja dan empat jembatan gantung, mulai dari Gampong Rancong, Kecamatan Kutablang, hingga Pante Peusangan, Kecamatan Juli.
Kerusakan Jembatan Krueng Tingkeum sempat mengganggu jalur utama distribusi logistik Aceh–Sumatera Utara. Selama pembangunan jembatan permanen, pemerintah menggunakan jembatan Bailey sebagai akses sementara untuk menjaga konektivitas masyarakat.
Direktur Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Gatot Sukmana, mengatakan Jembatan Krueng Tingkeum merupakan salah satu jalur penting distribusi logistik di lintas timur Aceh.
“Untuk memulihkan kembali jalur logistik, kita bangun Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang ini. Secara teknis, desain dan konstruksinya sudah dijaga rekan-rekan BPJN Aceh terkait mutu dan sudah diuji beban,” kata Gatot.
Dengan beroperasinya jembatan baru, arus lalu lintas kini dapat kembali dilayani melalui dua jalur. Sementara jembatan lama yang selama ini menggunakan sambungan jembatan Bailey akan segera diperbaiki.
Mukhlis mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam pemulihan infrastruktur jembatan di Bireuen. Menurutnya, dukungan anggaran tersebut membantu daerah mempercepat pemulihan pascabencana di tengah keterbatasan anggaran kabupaten.
Selain Jembatan Krueng Tingkeum, pemerintah pusat juga mendukung pembangunan kembali sejumlah jembatan yang rusak akibat bencana.
Tiga jembatan rangka baja yang akan dibangun kembali berada di Gampong Rancong, Kecamatan Kutablang; Gampong Ule Jalan, Kecamatan Peusangan Selatan; serta jalur Gampong Sarah Sirong Jaya, Kecamatan Juli, menuju Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa.
Total estimasi anggaran pembangunan ketiga jembatan tersebut mencapai lebih dari Rp500 miliar.
Mukhlis berharap pemulihan jaringan jembatan dapat mempercepat aktivitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta membuka kembali akses ekonomi antarwilayah.
“Jembatan ini merupakan urat nadi masyarakat dan jalur logistik. Karena itu, mari kita jaga bersama agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Gatot juga mengajak masyarakat dan seluruh pihak menjaga Jembatan Krueng Tingkeum sebagai bagian dari aset jalan nasional. Jembatan tersebut diharapkan menunjang transportasi dan distribusi logistik serta memperkuat konektivitas ekonomi antara Aceh dan Sumatera Utara.











