Berita Utama

Bendungan Lamtimpeung Beroperasi, 40 Hektare Sawah Teraliri

Bambang Iskandar Martin
×

Bendungan Lamtimpeung Beroperasi, 40 Hektare Sawah Teraliri

Sebarkan artikel ini
Bendungan irigasi di Gampong Lamtimpeung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. (Foto: Prokopim Aceh Besar)

Byklik.com | Jantho – Bendungan irigasi di Gampong Lamtimpeung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, mulai beroperasi setelah pembangunan infrastruktur pengairan tersebut rampung. Jaringan irigasi ini memberikan manfaat bagi areal persawahan seluas lebih dari 40 hektare di sejumlah gampong.

Bendungan tersebut berfungsi menampung dan mengatur aliran air sungai sebelum dialirkan ke lahan pertanian. Dengan mulai beroperasinya jaringan irigasi itu, petani diharapkan dapat mengatur pola tanam dengan lebih baik serta memperoleh pasokan air yang lebih memadai, terutama pada musim kemarau.

Selain Gampong Lamtimpeung, jaringan irigasi tersebut juga dimanfaatkan petani di Gampong Lampuja, Gampong Cucum, Gampong Rabung, dan Gampong Limpok.

Keuchik Gampong Lamtimpeung, Muktar, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap kebutuhan petani melalui pembangunan infrastruktur pengairan tersebut.

Baca Juga  Bantuan Pemkab Aceh Besar Tiba di Takengon

Menurut Muktar, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan musim tanam. Karena itu, ia berharap bendungan yang telah beroperasi dapat membantu menjamin kebutuhan air bagi persawahan masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, terutama Bapak Bupati Aceh Besar Syech Muharram, yang telah memberikan perhatian kepada petani. Bendungan ini sudah selesai dan mulai beroperasi, sehingga kami berharap kebutuhan air untuk sawah bisa lebih terjamin dan hasil pertanian masyarakat semakin meningkat,” ujar Muktar saat Tim Media Center Aceh Besar mengunjungi lokasi, Jumat, 19 September 2026.

Sementara itu, petani Gampong Lamtimpeung, Mawardi, mengatakan beroperasinya bendungan tersebut memberikan harapan bagi petani untuk meningkatkan intensitas musim tanam.

Baca Juga  725 Warga Samadua Tolak Tambang, Minta Dua Perusahaan Hentikan Aktivitas

Ia menyebutkan, keterbatasan pasokan air selama ini membuat sebagian petani hanya dapat menanam dan memanen padi satu kali dalam setahun.

“Kami berharap dengan adanya bendungan ini, petani bisa mendapatkan air yang cukup sehingga ke depan dapat panen dua kali dalam setahun. Selama ini kami biasanya hanya bisa panen sekali karena terkendala air,” kata Mawardi.

Mawardi menambahkan, keberadaan bendungan diharapkan dapat memudahkan petani dalam mengatur pola tanam berdasarkan ketersediaan air dan kondisi lahan.

“Insyaallah, dengan bendungan ini kami lebih mudah mengatur air ke sawah. Selain padi, kami juga berharap bisa menanam palawija sehingga lahan pertanian dapat dimanfaatkan lebih maksimal,” pungkasnya.***