Byklik.com | Takengon – Tanah longsor menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tengah setelah hujan deras mengguyur sejak Minggu sore, 13 September 2026. Bencana tersebut menutup sejumlah ruas jalan, merusak rumah warga, serta menewaskan seorang anak berusia sembilan tahun.
Pusdalops PB BPBD Aceh Tengah mencatat longsor mulai terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Material longsor tersebar di Kecamatan Kebayakan, Lut Tawar, Celala, dan Silih Nara.
Longsor menutup sejumlah ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten sehingga mengganggu akses lalu lintas masyarakat di beberapa wilayah terdampak.
Di Kecamatan Celala, petugas mencatat empat titik longsor. Salah satu longsor menghanyutkan jembatan darurat yang digunakan masyarakat.
Sementara di Kecamatan Silih Nara, tiga titik longsor dilaporkan terjadi. Salah satunya menimpa rumah warga hingga menyebabkan seorang anak meninggal dunia.
Korban meninggal bernama Nazila, 9 tahun. Nama korban tercatat dalam laporan Pusdalops PB BPBD Aceh Tengah dikutip dari RRI Takengon, Senin, 14 September 2026.
Selain korban meninggal, 13 warga dilaporkan mengalami luka-luka. Mereka yakni Rosita, Nur Janah, Halimatus Sakdiah, Anisa, Alyah, Sapri, Sulis, Yuhana, Naumi, Sahril, Juraini, Raimah, dan Ruhdi.
Seorang pengguna jalan juga dilaporkan mengalami luka ringan. BPBD masih melakukan sinkronisasi data korban seiring proses penanganan di lapangan.
Longsor juga merusak empat rumah warga. Dua rumah mengalami rusak berat, satu rusak sedang, dan satu lainnya rusak ringan.
Material longsor turut menutup Jalan Lingkar Danau yang merupakan ruas jalan provinsi. Kondisi tersebut menghambat mobilitas masyarakat di kawasan terdampak.
BPBD Aceh Tengah mengerahkan dua alat berat untuk membuka akses dan menangani material longsor. Peralatan yang digunakan terdiri atas satu unit wheel loader dan satu unit ekskavator.
Petugas BPBD bersama Tim Reaksi Cepat terus melakukan penanganan dan pemantauan di sejumlah lokasi terdampak.
Pusdalops PB BPBD Aceh Tengah juga memantau perkembangan kondisi bencana serta cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.











