Byklik.com | Meulaboh – Forum Tokoh Peduli Aceh Barat (FTPAB) memulai pembangunan rumah layak huni bagi seorang janda bersama anak yatim di Gampong Pasi Jeut, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Pembangunan rumah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, Sabtu, 13 Juni 2026.
Program tersebut merupakan kegiatan perdana FTPAB sejak dibentuk sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk membantu warga kurang mampu di Aceh Barat.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengatakan pembangunan rumah itu berawal dari kunjungannya ke kediaman penerima bantuan pada bulan Ramadan lalu. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat kondisi rumah yang ditempati penerima manfaat dalam keadaan tidak layak huni dan belum memiliki akses listrik.
“Kami melihat langsung kondisi rumah yang ditempati sangat memprihatinkan. Karena itu, kami berupaya mencari solusi agar keluarga tersebut dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” kata Tarmizi.
Menurutnya, pembangunan rumah tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang lahir dari kolaborasi berbagai pihak melalui FTPAB. Forum itu dibentuk setelah kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan sejumlah pengusaha di Pendopo Bupati Aceh Barat.
Tarmizi menjelaskan, FTPAB bertujuan menghimpun partisipasi masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk membantu warga yang membutuhkan melalui program sosial dan kemanusiaan.
Ia menilai, keterbatasan fiskal daerah membuat penanganan berbagai persoalan sosial membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi dan kepedulian semua pihak agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan secara lebih cepat dan tepat,” ujarnya.
Awalnya, pembangunan rumah tersebut direncanakan menggunakan dana infak yang dihimpun dari anggota FTPAB. Namun, seorang pengusaha asal Aceh Barat menyatakan kesediaannya untuk membiayai seluruh proses pembangunan rumah tersebut.
Menurut Tarmizi, dukungan tersebut mencerminkan tingginya semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Aceh Barat terhadap sesama.
“Kolaborasi seperti ini sangat positif karena dapat mempercepat hadirnya solusi bagi masyarakat yang membutuhkan. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial perlu terus dijaga,” katanya.
Selain membangun rumah layak huni, FTPAB diharapkan dapat menjadi wadah yang memperkuat partisipasi masyarakat dan pelaku usaha dalam berbagai kegiatan sosial lainnya di Aceh Barat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga mendorong lebih banyak tokoh masyarakat dan pelaku usaha untuk bergabung dalam forum tersebut guna memperluas jangkauan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Melalui program ini, pembangunan rumah layak huni tidak hanya menjadi bentuk bantuan bagi penerima manfaat, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan warga melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial.***











