Ekonomi & Bisnis

Ekspor Unggas Tembus Rp18,2 Miliar, Indonesia Kian Kompetitif Global

Bambang Iskandar Martin
×

Ekspor Unggas Tembus Rp18,2 Miliar, Indonesia Kian Kompetitif Global

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor unggas ke Singapura, Sabtu, 18 April 2026. (Foto: Kementan)

Byklik.com | Jakarta – Kementerian Pertanian mencatat kinerja ekspor komoditas unggas nasional terus meningkat pada 2026. Produk ayam dan telur Indonesia dinilai semakin kompetitif di pasar global, didukung oleh surplus produksi serta strategi ekspansi pasar yang berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan capaian tersebut merupakan hasil dari keberhasilan swasembada protein hewani di dalam negeri.

“Indonesia saat ini telah swasembada telur, ayam, beras, dan komoditas lainnya. Kondisi ini menjadi modal untuk mendorong ekspor ke berbagai negara,” ujarnya, Sabtu, 18 April 2026.

Ia menambahkan, pasar ekspor unggas Indonesia terus berkembang dengan sedikitnya 10 negara tujuan yang telah menjadi mitra dagang.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, pada Maret 2026 Indonesia mengekspor 545 ton produk unggas dengan nilai mencapai Rp18,2 miliar. Negara tujuan ekspor antara lain Singapura, Jepang, dan Timor Leste.

Baca Juga  Ekonomi Nasional Kuat, Pemerintah Lanjutkan Program Unggulan 2026

Ekspor tersebut didominasi telur konsumsi sebanyak 517 ton atau sekitar 8,13 juta butir, sementara sisanya berupa daging ayam serta produk olahan bernilai tambah.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, tren ekspor unggas menunjukkan peningkatan. Pada 2024, volume ekspor tercatat sekitar 300 ton dengan nilai Rp10–11 miliar. Pada 2025 meningkat menjadi sekitar 400 ton dengan nilai Rp13–15 miliar. Sementara hingga Maret 2026, volume telah mencapai 545 ton dengan nilai Rp18,2 miliar.

Selain peningkatan volume, struktur ekspor juga mulai bergeser ke produk olahan seperti nugget dan karaage yang memberikan nilai tambah lebih tinggi serta memperkuat daya saing industri perunggasan nasional.

Kinerja ekspor ini didukung oleh produksi dalam negeri yang mengalami surplus. Produksi daging ayam ras mencapai 4,29 juta ton per tahun, dengan konsumsi sekitar 4,12 juta ton. Sementara produksi telur ayam ras mencapai 6,54 juta ton, dengan konsumsi sekitar 6,47 juta ton per tahun.

Baca Juga  Temui Menteri Koperasi, Gubernur Aceh Bahas Penguatan Koperasi

Kondisi surplus tersebut memungkinkan ekspansi pasar ekspor tanpa mengganggu kebutuhan dalam negeri.

Kementerian Pertanian juga terus memperkuat sistem kesehatan hewan, biosekuriti, serta sertifikasi veteriner guna memastikan produk memenuhi standar internasional. Selain itu, upaya diplomasi perdagangan dan pembukaan akses pasar baru terus dilakukan untuk memperluas jangkauan ekspor.

Ke depan, pemerintah menargetkan ekspor produk unggas terus meningkat, baik dari sisi volume maupun nilai, melalui hilirisasi produk serta penguatan industri pengolahan.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat peternak sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.***