Ekonomi & BisnisHeadline

Transaksi QRIS Aceh Tembus Rp2,7 Triliun Hingga Mei 2026

Avatar
×

Transaksi QRIS Aceh Tembus Rp2,7 Triliun Hingga Mei 2026

Sebarkan artikel ini
QRIS. [Foto: Dok. InterActive QRIS]

Byklik.com | Banda Aceh – Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh mencatat nilai transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Aceh mencapai Rp2,7 triliun secara kumulatif hingga Mei 2026. Angka tersebut tumbuh 153 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencerminkan semakin tingginya penggunaan pembayaran digital oleh masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh Agus Chusaini mengatakan peningkatan nilai transaksi tersebut juga diikuti lonjakan volume transaksi yang mencapai 33,5 juta kali atau meningkat 348 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Hal ini menunjukkan bahwa QRIS yang memang ditujukan untuk transaksi retail atau kecil, semakin banyak digunakan oleh masyarakat untuk berbelanja,” kata Agus, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Agus, pertumbuhan transaksi QRIS turut didorong oleh kebijakan pembebasan Merchant Discount Rate (MDR) bagi usaha mikro untuk transaksi hingga Rp500 ribu per transaksi yang mulai diberlakukan sejak 2025.

Baca Juga  Anggaran Seret, Sekda Janji Tetap Dukung KONI

Kebijakan tersebut dinilai semakin mendorong masyarakat dan pelaku usaha beralih menggunakan pembayaran digital dalam aktivitas transaksi sehari-hari.

Selain nilai transaksi yang meningkat, jumlah pengguna QRIS di Aceh juga terus bertambah. Hingga Mei 2026, jumlah pengguna tercatat mencapai 784.942 orang atau meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS mencapai 301.998 atau tumbuh 45 persen secara tahunan. Agus menyebut pertumbuhan tersebut merupakan hasil strategi on-boarding yang dijalankan Bank Indonesia bersama Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan perbankan dengan menyasar berbagai sektor usaha.

“Strategi on-boarding ini menjangkau berbagai komunitas dan sektor usaha, termasuk UMKM seperti warung kopi, kafe dan restoran, pertokoan dan pedagang eceran, serta pelaku usaha syariah,” ujarnya.

Untuk memperluas penggunaan QRIS, BI Aceh juga terus menggelar berbagai program, di antaranya QRIS Merchant Challenge bagi pelaku usaha kafe dan restoran, edukasi transaksi nontunai pada Gerakan Pangan Murah (GPM) di Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Jaya, kolaborasi kegiatan Car Free Day di Meulaboh, serta program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 yang mendorong digitalisasi merchant kuliner lokal.

Baca Juga  Gubernur Aceh Ultimatum Tambang Ilegal, Beri Batas Waktu Dua Minggu

Selain itu, BI turut memberikan edukasi pelindungan konsumen melalui program Peduli, Kenali, Adukan (PeKA) kepada pelajar dan berbagai komunitas guna meningkatkan literasi masyarakat terhadap layanan keuangan digital.

Agus menegaskan Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, PJP bank maupun nonbank, serta berbagai mitra strategis dalam mengembangkan ekosistem QRIS di Aceh.

“Bank Indonesia senantiasa berkomitmen untuk mendorong akselerasi ekonomi digital yang inklusif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air, termasuk di Provinsi Aceh,” tutupnya.