Byklik.com | Banda Aceh — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mendeteksi 70 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Prakirawan BMKG Sultan Iskandar Muda, Dedi, mengatakan titik panas tersebut teridentifikasi melalui sensor MODIS pada Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, serta NOAA20/VIIRS.
“Sebanyak 70 titik panas terpantau di Provinsi Aceh dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi,” ujar Dedi.
Berdasarkan data BMKG, Kabupaten Nagan Raya menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 23 titik yang seluruhnya berada di Kecamatan Darul Makmur. Disusul Kabupaten Aceh Selatan dengan 15 titik yang tersebar di Kecamatan Trumon dan Trumon Timur.
Selain itu, Kota Subulussalam terpantau memiliki tujuh titik panas di Kecamatan Rundeng, Longkib, dan Simpang Kiri. Kabupaten Aceh Singkil mencatat enam titik yang berada di Kecamatan Danau Paris dan Simpang Kanan.
“Sementara itu, Aceh Besar memiliki lima titik panas di Kecamatan Kota Jantho dan Lembah Seulawah. Aceh Jaya mencatat empat titik yang tersebar di Kecamatan Darul Hikmah, Krueng Sabee, dan Panga,” jelasnya.
Wilayah lainnya yang turut terdeteksi meliputi Aceh Barat sebanyak dua titik di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Tengah tiga titik di Kecamatan Celala, Aceh Timur dua titik di Kecamatan Sungai Raya, Pidie tiga titik di Kecamatan Muara Tiga, Padang Tiji, dan Tangse, Gayo Lues satu titik di Kecamatan Terangun, serta Simeulue satu titik di Kecamatan Salang.
Dedi menjelaskan, dari keseluruhan titik panas yang terpantau, lima titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi (confidence level 8), sedangkan 62 titik lainnya berada pada kategori tingkat kepercayaan sedang.
Menurutnya, kondisi atmosfer di Aceh masih mendukung terbentuknya awan hujan. Faktor yang memengaruhi antara lain aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), adanya belokan angin dan daerah konvergensi, serta suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatra.
Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu meluasnya kebakaran ketika kondisi cuaca mendukung.[]











