Byklik.com | Redelong – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memperkuat sinergi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), serta perkawinan anak.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan koordinasi pergerakan dan pemberdayaan masyarakat yang dibuka Staf Ahli Bupati Bener Meriah, Muhammad Jafar, mewakili Bupati Bener Meriah di Aula Gedung UPTD PPA Kabupaten Bener Meriah, Senin, 7 September 2026.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bener Meriah, Edi Jaswin,/, serta sejumlah unsur terkait.
Dalam sambutannya, Muhammad Jafar mengatakan perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah, serta menjamin pemenuhan hak-hak mereka.
Ia menyebut kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, anak yang berhadapan dengan hukum, serta perkawinan anak merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan kerja sama lintas sektor secara terpadu dan berkelanjutan.
“Permasalahan kekerasan, perdagangan orang, anak yang berhadapan dengan hukum, serta perkawinan anak merupakan isu serius yang membutuhkan perhatian dan kerja sama lintas sektor secara terpadu dan berkelanjutan,” ujar Muhammad Jafar.
Perlindungan Perempuan dan Anak Butuh Peran Masyarakat
Muhammad Jafar menegaskan, upaya perlindungan perempuan dan anak tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat diperlukan untuk membangun sistem perlindungan yang kuat hingga tingkat kampung.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat kampung, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh pemuda, dan unsur terkait lainnya menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan.
Ia berharap kegiatan koordinasi tersebut dapat menyamakan pemahaman seluruh pihak mengenai pentingnya pencegahan kekerasan serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap akan terbangun pemahaman yang sama mengenai pentingnya perlindungan perempuan dan anak, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, aparat kampung, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, dan tokoh pemuda dalam membangun perlindungan yang berbasis masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pencegahan harus menjadi langkah utama dalam menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak.
Masyarakat diharapkan semakin peka terhadap potensi kekerasan, eksploitasi, perdagangan orang, maupun bentuk pelanggaran terhadap hak anak yang dapat terjadi di lingkungan sekitar.
Perkuat Jejaring Perlindungan hingga Tingkat Kampung
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memperkuat jejaring perlindungan perempuan dan anak hingga tingkat kampung.
Jejaring tersebut diharapkan mampu membantu mendeteksi berbagai potensi persoalan sejak dini sehingga dapat ditangani melalui mekanisme yang tepat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Bener Meriah sebagai daerah yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak serta menjamin pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak.***











