Byklik.com | Idi Rayeuk – Perjuangan Asnah, siswi yatim asal Desa Dama Pulo, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, dalam menempuh pendidikan akhirnya mendapat perhatian.
Siswi yang setiap hari mengayuh sepeda menuju sekolahnya itu menerima bantuan mesin jahit dari Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, Rabu, 10 Juni 2026.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan keterampilan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu. Selain mesin jahit, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Sosial juga telah menyalurkan sejumlah bantuan kebutuhan lainnya kepada Asnah.
Nama Asnah sebelumnya menjadi perhatian publik setelah kisah perjuangannya menempuh pendidikan tersebar luas di media sosial. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, ia tetap bersemangat bersekolah dengan mengayuh sepeda setiap hari dari desanya menuju sekolah di Kota Idi Rayeuk.
Ketua TP PKK Aceh Timur, Lismawani Iskandar Al-Farlaky, mengatakan bantuan mesin jahit diberikan berdasarkan kebutuhan yang disampaikan Asnah. Menurutnya, keterampilan menjahit dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk menunjang kemandirian dan masa depan siswa tersebut.
“Bantuan ini kami berikan untuk mendukung pengembangan keterampilan Asnah. Kami berharap mesin jahit ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk belajar dan meningkatkan kemampuan yang dimilikinya,” kata Lismawani.
Ia menilai kegigihan Asnah dalam menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi merupakan contoh positif yang patut diapresiasi. Semangat tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
“Perjuangan Asnah menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memperoleh pendidikan. Semangat seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” ujarnya.
Lismawani juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim dan keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan, baik dalam bidang pendidikan maupun pengembangan keterampilan.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat mengembangkan potensi serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Perhatian dan dukungan dari berbagai pihak sangat berarti bagi anak-anak yang sedang berjuang meraih pendidikan. Dengan kebersamaan, kita dapat membantu mereka memperoleh kesempatan yang lebih baik di masa depan,” katanya.
Melalui berbagai program pemberdayaan yang dijalankan, TP PKK Aceh Timur terus berupaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan generasi muda.
Sementara itu, Asnah mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengatakan mesin jahit tersebut akan digunakan untuk belajar dan meningkatkan keterampilan menjahit yang selama ini diminatinya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Mesin jahit ini akan saya gunakan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan menjahit,” kata Asnah.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Asnah mengembangkan keterampilan yang dimilikinya sekaligus menjadi bekal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pada masa mendatang.***











