Hukum & Kriminal

Polisi Buru Dua DPO Terkait Penembakan Jayawijaya

Bambang Iskandar Martin
×

Polisi Buru Dua DPO Terkait Penembakan Jayawijaya

Sebarkan artikel ini
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo. (Foto: Dok. Humas Damai Cartenz)

Byklik.com | Jayapura – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus memburu dua orang berinisial PN dan KT yang telah diidentifikasi sebagai daftar pencarian orang (DPO). Keduanya teridentifikasi setelah kepolisian mencocokkan cuplikan video call yang beredar di media sosial dengan data dan ciri-ciri yang dimiliki.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan hasil pencocokan tersebut menjadi salah satu perkembangan dalam penyelidikan untuk mengetahui keberadaan kedua DPO.

“Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami,” kata Yusuf saat dikonfirmasi media, Jumat, 11 September 2026.

Menurut kepolisian, PN dan KT diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah perkara kekerasan di Papua. Keduanya disebut sebagai anggota kelompok yang oleh kepolisian dikategorikan sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya.

Kepolisian juga menduga PN dan KT terlibat dalam penembakan saat pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kabupaten Jayawijaya pada 8 Agustus 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua warga sipil mengalami luka akibat tembakan.

Selain itu, kepolisian menyebut PN dan KT diduga memiliki keterkaitan dengan kasus penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023. Pilot tersebut kemudian dibebaskan pada 21 September 2024.

“Keterlibatan dalam kasus penembakan pada saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem dan penyanderaan pilot Susi Air ini merupakan sebuah perkembangan bagi kami. Dari hasil identifikasi ini, kami masih terus melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan para pelaku,” ujar Yusuf.

Polisi Dalami Penembakan Tiga Warga Sipil

Di sisi lain, kepolisian masih mendalami kasus penembakan yang menewaskan tiga warga sipil di Kabupaten Jayawijaya pada 9 September 2026.

Ketiga korban disebut hendak memberikan bantuan berupa ternak anak babi, melakukan pengecekan lahan cetak sawah, serta memberikan penyuluhan terkait peternakan.

Dalam perjalanan kembali menuju Wamena, kendaraan yang ditumpangi korban diduga dihadang kelompok bersenjata. Ketiga korban kemudian diminta turun dari kendaraan dan digiring ke bagian belakang kendaraan.

Tidak lama kemudian, terdengar tiga kali letusan senjata api. Setelah kejadian tersebut, para pelaku diduga melarikan diri dari lokasi.

Baca Juga  Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis di Sinak

Berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi awal yang diperoleh kepolisian, para pelaku diduga membawa dua pucuk senjata api laras panjang serta sejumlah parang ketika meninggalkan lokasi.

Kepolisian masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk motif dan pihak-pihak yang diduga terlibat. Salah satu aspek yang dikembangkan adalah dugaan bahwa aksi tersebut bertujuan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.

“Target mereka adalah mengganggu kamtibmas dan menimbulkan rasa takut di masyarakat. Karena itu, kami terus melakukan pengejaran dan pengembangan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat,” kata Yusuf.

Personel Diperkuat di Wamena

Sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 melakukan penebalan personel di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Penambahan kekuatan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung pencarian dan pengejaran terhadap PN, KT, serta pihak lain yang diduga terlibat.

Yusuf mengatakan kepolisian terus mengembangkan setiap informasi yang diperoleh dalam proses pencarian. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak tindakan kekerasan terhadap kehidupan warga.

“Kami terus melakukan pengejaran dan mengembangkan setiap informasi yang diperoleh untuk mengetahui keberadaan para pelaku. Kami juga mengajak masyarakat melihat kembali dampak dari tindakan teror dan kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata. Selama ini, masyarakat justru menjadi pihak yang merasakan dampak dari ancaman dan kekerasan tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah telah menyediakan sejumlah fasilitas publik, termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, untuk mendukung kehidupan masyarakat. Karena itu, ia mengimbau agar keamanan dan ketertiban tetap dijaga sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Yusuf menegaskan Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan ancaman, teror, maupun kekerasan terhadap masyarakat.

“Satgas Operasi Damai Cartenz tidak akan ragu memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap pihak yang mengancam dan meneror masyarakat. Namun seluruh tindakan tetap dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Polisi Kembangkan Informasi dan Alat Bukti

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani mengatakan pihaknya terus mengembangkan setiap informasi dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan.

Baca Juga  Dua Pelaku Penembakan Smart Air Teridentifikasi

“Setiap informasi yang kami peroleh akan kami dalami dan tindak lanjuti sesuai prosedur hukum. Kami terus berupaya mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional,” ujar Faizal.

Faizal menegaskan penegakan hukum tetap dilakukan sesuai prosedur. Apabila petugas mendapatkan perlawanan saat melakukan pengejaran dan penindakan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau dalam upaya penegakan hukum kami mendapatkan perlawanan, saya bersama jajaran Satgas Operasi Damai Cartenz akan memberikan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur hukum,” ujarnya.

Sementara itu, tiga jenazah korban penembakan telah dipulangkan ke daerah masing-masing. Satu jenazah dipulangkan pada Kamis, 10 September 2026, sedangkan dua jenazah lainnya dipulangkan pada Jumat, 11 September 2026.

Polisi Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga mengimbau masyarakat Kabupaten Jayawijaya, khususnya di Wamena, agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” kata Adarma.

Ia juga meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan DPO atau informasi lain yang dapat membantu pengungkapan kasus agar segera menyampaikannya kepada kepolisian.

“Apabila masyarakat memiliki informasi terkait keberadaan DPO atau hal lain yang dapat membantu pengungkapan kasus ini, silakan disampaikan kepada kepolisian. Kami menjamin kerahasiaan informasi dan identitas pemberi informasi,” ujarnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz juga mengimbau petugas kedinasan yang akan melaksanakan kegiatan di lapangan agar berkoordinasi terlebih dahulu dengan aparat keamanan setempat.

Koordinasi tersebut dilakukan agar kegiatan dinas atau instansi terkait dapat memperoleh dukungan pengamanan sesuai kondisi keamanan di lapangan.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan pencarian terhadap PN, KT, dan pihak lain yang diduga terlibat masih terus dilakukan. Setiap informasi dan alat bukti yang diperoleh akan dikembangkan untuk mengungkap secara menyeluruh kasus penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya pada 9 September 2026 serta memastikan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum.***