Byklik.com | Banda Aceh — Bawaslu Kota Banda Aceh mendorong mahasiswa terlibat dalam pengawasan partisipatif untuk mewujudkan pemilu yang demokratis dan berintegritas melalui kegiatan Bawaslu Go to Campus di Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Selasa, 8 September 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Komputer UBBG tersebut mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Pengawasan Partisipatif untuk Mewujudkan Pemilu yang Demokratis dan Berintegritas” dan diikuti mahasiswa Fakultas Sains Teknologi dan Ilmu Kesehatan UBBG.
Dua anggota Bawaslu Kota Banda Aceh, Ambia Dianda dan Zahrul Fadhi, menjadi pemateriserta didampingi Koordinator Sekretariat Abdullah serta jajaran staf.
Ambia Dianda menjelaskan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga masyarakat, termasuk mahasiswa. Mahasiswa dapat berperan dengan memahami aturan kepemiluan, mengawasi tahapan pemilu, serta menyampaikan informasi jika menemukan dugaan pelanggaran.
“Mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Pengawasan partisipatif menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana masyarakat dapat ikut memastikan pemilu berjalan sesuai aturan dan prinsip demokrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Zahrul Fadhi menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah potensi pelanggaran pemilu. Menurutnya, pengawasan dapat dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar, memahami informasi kepemiluan, tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar, serta berani melaporkan dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang tersedia.
Ia juga menilai mahasiswa memiliki peluang besar menjadi agen literasi demokrasi karena dekat dengan teknologi dan media sosial. Namun, ruang digital harus digunakan secara bijak dengan memastikan informasi yang disampaikan benar dan tidak menyesatkan.
“Pengawasan partisipatif bukan hanya tentang menemukan pelanggaran, tetapi juga membangun kepedulian bersama agar potensi pelanggaran dapat dicegah sejak awal,” katanya.
Melalui Bawaslu Go to Campus, Bawaslu Kota Banda Aceh berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga penggerak literasi kepemiluan dan bagian aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperluas edukasi kepemiluan dan memperkuat kolaborasi Bawaslu dengan perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang sadar serta aktif mengawal demokrasi.[]











