Byklik.com | Idi Rayeuk – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mencanangkan Gerakan Guru Menanam 10.000 Pohon melalui gerakan “Satu Guru, Satu Pohon” dalam peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 Tahun 2026 di Lapangan Benteng, Kecamatan Ranto Peureulak, Rabu, 2 Setember 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Al-Farlaky bertindak sebagai inspektur upacara. Pencanangan gerakan penghijauan ditandai dengan penanaman pohon secara simbolis bersama unsur pendidikan dan jajaran terkait.
Al-Farlaky mengatakan, pemilihan Lapangan Benteng Ranto Peureulak sebagai lokasi peringatan Hardikda memiliki makna tersendiri. Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi yang mengingatkan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Timur pada 2025.
“Berdiri di tanah ini mengingatkan kita bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas yang nyaman. Pendidikan sejati juga lahir dari ujian alam, dari bagaimana kita bangkit dari ketakutan, merekonstruksi harapan, dan memulihkan kehidupan,” ujar Al-Farlaky.
Menurut Al-Farlaky, peringatan Hardikda menjadi momentum untuk memperkuat peran pendidikan dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Ia menilai pendidikan di Aceh Timur perlu menjadi bagian dari upaya membangun karakter, meningkatkan pengetahuan, sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda.
“Bencana hidrometeorologi yang pernah melanda wilayah kita adalah teguran sekaligus pelajaran berharga dari alam. Kita tidak boleh hanya menjadi saksi yang meratapi, tetapi harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mendorong sektor pendidikan menjadi salah satu kekuatan dalam gerakan penghijauan melalui program Gerakan Guru Menanam 10.000 Pohon.
Melalui gerakan “Satu Guru, Satu Pohon”, setiap guru diharapkan menjadi pelopor penghijauan dengan menanam dan merawat sedikitnya satu pohon.
“Jika seorang guru menanam satu pohon dan merawatnya hingga tumbuh rindang, maka guru tersebut tidak hanya menanam kayu dan daun, tetapi juga sedang menanam ilmu, kehidupan, dan masa depan bagi murid-muridnya,” ujar Al-Farlaky.
Ia berharap gerakan tersebut dapat menjadi teladan bagi peserta didik dan berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat pendidikan untuk menghijaukan Aceh Timur.
Apresiasi Insan Pendidikan Berprestasi
Selain pencanangan gerakan penghijauan, Hardikda ke-67 juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk memberikan penghargaan kepada insan pendidikan yang berprestasi dan berdedikasi.
Al-Farlaky menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah guru serta 29 peserta didik berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Para penerima penghargaan tersebut meraih prestasi pada tingkat provinsi hingga nasional.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah atas dedikasi para pendidik serta prestasi peserta didik yang membawa nama Aceh Timur dalam berbagai kompetisi.
Sejumlah penerima penghargaan dari kalangan guru di antaranya Sri Mutia Nas, dari TK Negeri Pembina Nurussalam yang meraih Juara III Kepala Berprestasi tingkat Provinsi Aceh; Nina Wati, dari TK Negeri Pembina Darul Aman yang meraih Juara III Guru Berprestasi tingkat Provinsi Aceh; serta Islahuddin, dari SMPN 2 Simpang Ulim atas prestasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat SMP.
Sementara itu, Sava Nazwa Aswat dari TKN Alue Teh menerima penghargaan atas prestasinya sebagai Juara I Putri Hijab Aceh.
Al-Farlaky berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi guru dan peserta didik lainnya untuk terus meningkatkan prestasi.
“Prestasi yang diraih para guru dan siswa hari ini harus menjadi inspirasi bagi yang lain. Pemerintah daerah akan terus mendorong lahirnya generasi Aceh Timur yang berkarakter, berdaya saing, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” pungkas Al-Farlaky.***











