Berita Utama

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Ancam 14 Wilayah Aceh

Raudhatul
×

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Ancam 14 Wilayah Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. [Foto: ELG21/Pixabay]

Byklik.com | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode Rabu hingga Jumat, 5–7 Agustus 2026. Sebanyak 14 kabupaten/kota di Aceh diprakirakan berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Indah, mengatakan potensi cuaca ekstrem dipicu oleh aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby, daerah belokan angin (shearline), konvergensi, serta aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) di wilayah Aceh dan pesisir barat Pulau Sumatera.

“Gelombang Ekuatorial Rossby serta adanya daerah belokan angin dan konvergensi dapat mendukung aktivitas konvektif di wilayah Aceh. MJO juga terpantau aktif di Aceh dan pesisir barat Sumatera,” kata Indah dalam keterangan peringatan dini cuaca, Rabu, 5 Agustus 2026.

Baca Juga  BMKG Deteksi 73 Titik Panas, Aceh Waspada Karhutla

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di Samudra Hindia bagian barat hingga utara Sumatera meningkatkan proses penguapan sehingga kandungan uap air di atmosfer bertambah dan mendukung pembentukan awan hujan.

BMKG memprakirakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, hujan sedang hingga lebat yang berpotensi disertai angin kencang dapat terjadi di Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Simeulue, Subulussalam, dan Nagan Raya.

Baca Juga  Beut Kitab Bak Sikula Jadi Investasi Generasi Aceh Besar

Sementara pada Kamis, 6 Agustus 2026, potensi hujan lebat diperkirakan masih terjadi di Aceh Besar dan Aceh Jaya. Adapun pada Jumat, 7 Agustus 2026, tidak ada wilayah di Aceh yang masuk dalam daftar peringatan dini BMKG.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi tersebut berpotensi memicu angin kencang, banjir, genangan, pohon tumbang, serta tanah longsor di wilayah rawan.

“Masyarakat juga diharapkan berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir, maupun tanah longsor,” ujar Indah.