Ekonomi & Bisnis

Kanada Dinilai Jadi Pasar Strategis Ekspor Produk Ekonomi Kreatif Indonesia

Avatar
×

Kanada Dinilai Jadi Pasar Strategis Ekspor Produk Ekonomi Kreatif Indonesia

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir, S.IP., MPA menyambut kedatangan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif H. Teuku Riefky Harsya, MT di Ruang VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Selasa, 24 Februari 2026. [Foto: Humas Aceh]

Byklik.com | Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menilai Kanada menjadi salah satu pasar strategis untuk memperluas ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta.

Riefky mengatakan, Kanada memiliki daya beli masyarakat yang tinggi serta minat yang terus berkembang terhadap berbagai produk kreatif asal Indonesia. Menurutnya, peluang tersebut perlu dimanfaatkan melalui kolaborasi yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan investor dengan pendekatan hexahelix.

“Kanada sebetulnya pasarnya masih luas untuk Indonesia, terutama dengan pegiat ekraf di Indonesia yang memiliki taste, bakat, budaya, kreativitas yang luar biasa, serta dedikasi yang tinggi terhadap industri kreatif. Di tengah berbagai tantangan ini, Kementerian Ekraf terus memperkuat kolaborasi melalui pendekatan hexahelix untuk memperluas akses pasar bagi para pegiat ekonomi kreatif,” ujar Riefky dalam keterangannya, Sabtu, 4 Juli 2026.

Baca Juga  Wamen Nezar Dorong UMKM Gabungkan Kreativitas dan Teknologi

Ia menambahkan, hubungan bilateral Indonesia dan Kanada semakin prospektif setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih komprehensif. Momentum tersebut, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing produk ekonomi kreatif Indonesia di pasar global melalui skema kerja sama Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA).

“Momentum penguatan hubungan kedua negara harus dimanfaatkan untuk mendorong ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia agar semakin kompetitif di pasar internasional,” katanya.

Riefky juga mengungkapkan sektor ekonomi kreatif kini menjadi salah satu penopang ekonomi nasional. Pada 2025, sektor ini mampu menyerap hampir 20 persen dari total tenaga kerja Indonesia, sehingga menjadi modal penting untuk meningkatkan ekspor produk kreatif ke berbagai negara, termasuk Kanada.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyampaikan bahwa peluang pengembangan ekonomi kreatif Indonesia di Kanada masih terbuka sangat lebar. Menurutnya, selain Toronto, wilayah Quebec juga memiliki prospek besar untuk pengembangan produk fesyen Indonesia karena didukung ekosistem industri kreatif yang kuat serta daya beli masyarakat yang tinggi.

Baca Juga  Devisa Ekspor Sawit Aceh Melonjak 445 Persen Awal 2026

“Quebec memiliki potensi yang besar untuk pengembangan fesyen Indonesia. Selain itu, KBRI Ottawa terus memperkenalkan kuliner Nusantara melalui berbagai food festival di Toronto serta mendorong kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan perusahaan-perusahaan di Kanada,” ujar Muhsin.

Ia menegaskan, KBRI Ottawa akan terus memperkuat promosi dan membuka peluang kerja sama bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia agar mampu memperluas jaringan bisnis di pasar Kanada.

Kementerian Ekonomi Kreatif bersama KBRI Ottawa pun berkomitmen memperkuat sinergi dalam membuka peluang promosi, investasi, dan jejaring bisnis sehingga produk ekonomi kreatif Indonesia semakin mampu menembus pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi para pelaku usaha kreatif.