Ekonomi & Bisnis

Festival QRIS Dorong UMKM dan Transaksi Digital

Raudhatul
×

Festival QRIS Dorong UMKM dan Transaksi Digital

Sebarkan artikel ini
Ketua Panitia Festival QRIS Pasar Aceh sekaligus Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, menyampaikan laporan Festival QRIS Pasar Aceh yang digelar dalam rangka Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026. (Foto: Byklik.com/Raudhah)

Byklik.com | Banda Aceh – Festival QRIS Pasar Aceh yang digelar dalam rangka Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 melibatkan sekitar 50 komunitas di Kota Banda Aceh. Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi masyarakat sekaligus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perluasan transaksi digital.

Festival yang berlangsung pada 11–17 Agustus 2026 diisi dengan berbagai kegiatan  untuk menghidupkan kawasan Pasar Aceh, mulai dari perlombaan, aktivitas komunitas, diskusi, hingga edukasi mengenai sistem pembayaran digital.

Ketua Panitia Festival QRIS Pasar Aceh sekaligus Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan berbagai komunitas dan menghadirkan aktivitas yang dekat dengan masyarakat.

“Komunitas yang terlibat sekitar 50 komunitas di Kota Banda Aceh. Serta berbagai lomba seperti lomba mewarnai anak ibu,” kata Bukhari dalam penutupan Festival QRIS Pasar Aceh, Minggu, 17 Agustus 2026.

Selain perlombaan, festival tersebut melibatkan pedagang Pasar Aceh dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Kegiatan lainnya meliputi diskusi film, zikir, berbagai permainan, serta talkshow mengenai QRIS dan sistem pembayaran digital.

Menurut Bukhari, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan kawasan Pasar Aceh dan UMKM.

“Semoga kolaborasi yang telah terbangun melalui Festival QRIS Pasar Aceh ini dapat terus dilanjutkan sehingga Pasar Aceh semakin hidup, UMKM semakin kuat, dan penggunaan transaksi digital semakin luas di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan penguatan aktivitas ekonomi di Pasar Aceh perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat. Digitalisasi transaksi, kata dia, menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong aktivitas ekonomi yang lebih inklusif.

Bukhari juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung keberadaan Pasar Aceh dan pelaku UMKM di Banda Aceh.

Baca Juga  Rp2,5 Triliun Digelontorkan, Mualem Minta Sawah Aceh Segera Bangkit

“Mari terus hidupkan Pasar Aceh, majukan UMKM, dan bersama-sama membangun ekonomi Kota Banda Aceh yang semakin kuat dan inklusif,” katanya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Festival QRIS Pasar Aceh. Kolaborasi yang telah terbentuk diharapkan dapat berlanjut dalam berbagai kegiatan berikutnya.

QRIS Cross Border Terus Berkembang

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Herta Bastiawan, mengatakan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus berkembang sejak diluncurkan Bank Indonesia pada 2019.

Pernyataan tersebut disampaikan Herta yang mewakili Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh dalam penutupan Festival QRIS Pasar Aceh yang dirangkaikan dengan PQN 2026.

Menurut Herta, QRIS sejak awal dikembangkan untuk mempermudah transaksi pembayaran melalui sistem yang terstandarisasi. Masyarakat dapat melakukan pembayaran dengan memindai kode QRIS menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung layanan tersebut.

“Dengan membelokkan handphone yang ada di kita, kita bisa langsung scan kode QRIS yang ada di depan kita. Kita tidak peduli bank yang ada di handphone kita itu bank mana saja. Semuanya bisa,” kata Herta.

Seiring perkembangannya, QRIS tidak hanya digunakan untuk transaksi secara langsung. Menurut Herta, kode QR juga dapat dibagikan secara digital sehingga masyarakat dapat melakukan pembayaran dari jarak jauh.

Ia mencontohkan penggunaan QRIS dalam kegiatan sosial. Masyarakat dapat melakukan transaksi melalui kode QR yang dibagikan melalui aplikasi pesan tanpa harus datang langsung ke lokasi.

“Cukup dari rumah kita bisa beramal,” ujarnya.

QRIS juga telah dikembangkan untuk mendukung transaksi lintas negara melalui layanan QRIS *Cross Border*. Herta mengatakan masyarakat Indonesia dapat menggunakan layanan tersebut di sejumlah negara mitra, termasuk Malaysia dan Singapura.

Baca Juga  BI Lhokseumawe Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

“Kalau kita berbelanja di Malaysia, di Kuala Lumpur, kita sudah bisa scan kode QRIS yang ada di Malaysia. Dengan langsung dikonversi dari Ringgit ke Rupiah yang kita punya,” katanya.

Ia mengatakan konektivitas pembayaran berbasis QR tersebut terus diperluas ke negara lainnya.

“Begitu juga di Singapura dan beberapa negara lain, dan nanti di Saudi Arabia,” ujarnya.

Herta menambahkan, Bank Indonesia juga terus mengembangkan fitur QRIS, termasuk konektivitas dengan Kartu Kredit Indonesia. Pengembangan tersebut diharapkan memberikan lebih banyak pilihan pembayaran bagi masyarakat.

“QRIS kita janjikan untuk semakin memudahkan transaksi Bapak-Ibu sekalian, untuk mendorong perekonomian dan juga mendukung pertumbuhan Indonesia,” katanya.

Edukasi Digital untuk UMKM dan Masyarakat

Festival QRIS Pasar Aceh yang berlangsung selama sepekan menjadi salah satu sarana edukasi mengenai sistem pembayaran digital bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Banda Aceh dan sejumlah pihak turut memberikan edukasi mengenai manfaat serta penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari.

Herta mengatakan digitalisasi sistem pembayaran masih memiliki ruang untuk terus dikembangkan di Aceh, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.

Salah seorang pengunjung Festival QRIS Pasar Aceh, Nurul, mengatakan pembayaran menggunakan QRIS membuat transaksi lebih praktis karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak.

“Menurut saya, QRIS cukup memudahkan, apalagi sekarang banyak pedagang sudah menyediakan pembayaran dengan QRIS. Jadi kita tinggal scan dan transaksi bisa langsung selesai dan tidak perlu takut membawa uang banyak-banyak,” ujarnya.

Festival QRIS Pasar Aceh diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, komunitas, pelaku UMKM, pedagang, dan masyarakat dalam menghidupkan kawasan perdagangan sekaligus memperluas ekosistem pembayaran digital di Kota Banda Aceh.[]