Byklik.com | Banda Aceh – Sistem kelistrikan di Sub Sistem Aceh hingga Senin, 25 Mei 2026, masih belum sepenuhnya normal setelah terjadinya blackout massal yang melanda sejumlah wilayah Sumatera sejak Jumat malam lalu.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyebut pasokan listrik di beberapa daerah masih mengalami gangguan dan pemadaman kembali terjadi. Untuk sementara, PLN mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) guna menjaga suplai listrik kepada masyarakat.
Manajer Komunikasi PLN UID Aceh, Lukman Hakim Paya, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah percepatan pemulihan sistem kelistrikan pascagangguan transmisi besar yang terjadi beberapa hari lalu.
“Sebagai langkah penanganan cepat, saat ini kami terus mengoptimalkan penggunaan PLTD untuk membantu menopang beban kelistrikan,” kata Lukman.
Ia menjelaskan, PLN juga mengerahkan tim siaga selama 24 jam penuh untuk menangani gangguan di lapangan agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
“Kami berkomitmen melakukan upaya maksimal dengan menerjunkan tim siaga selama 24 jam penuh di lapangan agar sistem kelistrikan bisa segera pulih sepenuhnya,” ujarnya.
Krisis kelistrikan tersebut bermula dari pemadaman massal yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Gangguan itu berdampak ke Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau.
Berdasarkan hasil investigasi awal, blackout dipicu gangguan pada sistem transmisi interkoneksi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV ruas Lubuk Linggau–Lahat di Sumatera Selatan.
Gangguan diduga terjadi akibat sambaran petir serta masalah jaringan yang dipicu aktivitas penebangan pohon di sekitar jalur transmisi. Kondisi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan sistem kelistrikan yang meluas hingga Aceh.











