Pendidikan & Karier

24 Ribu Pelajar Pamekasan Pecahkan Rekor MURI Hardiknas

Avatar
×

24 Ribu Pelajar Pamekasan Pecahkan Rekor MURI Hardiknas

Sebarkan artikel ini
Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu, 24 Mei 2026. [Foto: Kemendikdasmen]

Byklik.com | Pamekasan – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak ribuan pelajar untuk membangun karakter dan semangat belajar demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu, 24 Mei 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan itu diikuti lebih dari 24 ribu murid dari seluruh Kabupaten Pamekasan. Dalam kesempatan tersebut, para peserta bersama-sama melaksanakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), serta pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya dapat tercapai melalui kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa ikhtiar yang sungguh-sungguh. Kita harus memiliki semangat, optimisme, dan kerja keras untuk melahirkan generasi Indonesia yang kuat, tangguh, dan berdaya saing global,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak dini melalui kebiasaan positif yang diterapkan di sekolah maupun di rumah.

Baca Juga  Nelsi Khairunnisa, Mahasiswi USK Ikuti Essay Competition PPI Tiongkok

“Modal untuk menjadi generasi hebat kalian harus memiliki pola pikir yang maju, mental kuat, dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Semoga di Kabupaten Pamekasan akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, namun juga berkarakter dan membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengajak para murid untuk menghormati orang tua dan guru, hidup rukun dengan teman, serta mencintai tanah air Indonesia.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Salah seorang peserta, Adelia Rahmawati, murid SDN Larangan Badung 1, mengaku senang bisa mengikuti senam bersama Mendikdasmen dan ribuan pelajar lainnya.

“Suasana senam kali ini sangat beda dari yang biasa dilakukan di sekolah. Senang sekali bisa senam bersama di sini dan bertemu teman-teman dari sekolah lain,” kata Adelia.

Guru SDN Larangan Tokol 1, Masrafah, menyebut kegiatan SAIH menjadi sarana positif untuk membentuk karakter murid. Ia mengatakan sekolahnya rutin melaksanakan senam tersebut setiap Jumat dan melibatkan orang tua dalam penerapan 7 KAIH di rumah.

Baca Juga  Rektor IAIN Lhokseumawe Lantik 14 Pejabat Baru

“Puji syukur hari ini bisa hadir di Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan untuk senam bersama dan memecahkan rekor MURI. Murid kami yang ikut senam juga sangat antusias dan beberapa dari mereka tiba lebih awal untuk bersiap pada acara ini,” ujarnya.

Kebahagiaan juga dirasakan para orang tua murid. Wulandari Utami Putri, ibu dari Shaquina Dynar Malaika, murid TK ABA Waru Pamekasan, mengaku bangga anaknya ikut dalam pemecahan rekor MURI tersebut.

“Bangga dan haru putri saya sangat bersemangat untuk ikut kegiatan ini pagi tadi. Dynar sangat hafal semua gerakan SAIH dan saya melihat langsung dampak positif tersebut untuk tumbuh kembang anak saya,” kata Wulandari.

Pelaksanaan SAIH di Pamekasan tersebut sekaligus mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat dengan peserta terbanyak di Indonesia.