Byklik.com | Banda Aceh – Aksi demonstrasi jilid III yang menolak Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kembali memanas di depan Kantor Gubernur Aceh, Rabu, 13 Mei 2026.
Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh (ARA) mulai memadati kawasan kantor gubernur sejak sore hari dan tetap bertahan meski hujan deras mengguyur lokasi aksi.
Sejak pukul 15.40 WIB, demonstran terus menyuarakan tuntutan agar Pemerintah Aceh mencabut aturan terkait JKA tersebut.
Koordinator Lapangan ARA, Syarif Maulana, beberapa kali mengajak massa bergerak lebih dekat ke pintu masuk kantor gubernur karena belum ada perwakilan pemerintah yang menemui peserta aksi.
“Apabila masuk, kita masuk bersama-sama,” ujar Syarif di hadapan massa aksi.
Tak lama kemudian, ia kembali menyerukan instruksi “dua langkah revolusi” yang langsung direspons massa dengan bergerak maju hingga terjadi dorong-dorongan di barisan depan.
Situasi mulai memanas sekitar pukul 16.25 WIB ketika aparat kepolisian memperketat pengamanan dan menyiagakan mobil water cannon di depan gerbang kantor gubernur.
Ketegangan meningkat saat sejumlah demonstran mencoba menerobos masuk ke area kantor gubernur hingga aparat menyemprotkan water cannon sebanyak dua kali untuk membubarkan tekanan massa.
Dorong-dorongan antara massa dan aparat tidak terhindarkan di pintu masuk gedung. Sejumlah personel keamanan terlihat sempat mundur akibat desakan massa yang terus mencoba menembus barikade.
Setelah penyemprotan water cannon, massa aksi sempat terpencar dan bergerak ke sisi kanan kawasan kantor gubernur untuk menghindari semprotan air.
Aparat kepolisian kemudian kembali membentuk barisan pengamanan ketat di sekitar halaman gedung guna mengantisipasi pergerakan lanjutan massa aksi.
Hingga Rabu petang, demonstrasi masih berlangsung dengan situasi relatif terkendali meski sempat diwarnai ketegangan antara demonstran dan aparat keamanan.











