Berita Utama

Wabup Armia Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bener Meriah

Bambang Iskandar Martin
×

Wabup Armia Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bener Meriah

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Bener Meriah Armia saat menghadiri Pengkajian Risiko Bencana Partisipatif Kabupaten Bener Meriah Tahun 2026 yang digelar Posko Relawan Alang Tulung Beret Berbantu (RATB) di Seladang Caffe, Jalan Lintas Takengon-Bireuen, Senin, 28 September 2026. (Foto: Diskominfo Bener Meriah)

Byklik.com | Redelong – Pengalaman banjir bandang dan tanah longsor pada akhir Desember 2025 mendorong Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana. Wakil Bupati Bener Meriah Armia menilai pengkajian risiko secara partisipatif penting dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Hal itu disampaikan Armia saat menghadiri Pengkajian Risiko Bencana Partisipatif Kabupaten Bener Meriah Tahun 2026 yang digelar Posko Relawan Alang Tulung Beret Berbantu (RATB) di Seladang Caffe, Jalan Lintas Takengon-Bireuen, Senin, 28 September 2026.

Menurut Armia, kondisi geografis Bener Meriah yang berada di kawasan pegunungan dan perbukitan serta dilalui jalur sesar aktif membuat daerah tersebut memiliki risiko bencana yang perlu diantisipasi melalui perencanaan yang tepat.

Baca Juga  Dekranasda Aceh Besar Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional

Ia mengatakan kejadian banjir bandang dan tanah longsor pada akhir 2025 harus menjadi pembelajaran dalam pembangunan daerah. Pembangunan, kata dia, perlu dibarengi dengan upaya meningkatkan ketangguhan masyarakat dan wilayah terhadap bencana.

“Pengkajian risiko bencana secara partisipatif merupakan langkah strategis. Masyarakat adalah pihak yang paling mengetahui kondisi wilayah, termasuk titik rawan longsor, lokasi banjir, dan jalur evakuasi,” ujar Armia.

Armia meminta pengkajian memetakan tiga aspek utama, yakni ancaman (hazard), kerentanan (vulnerability), dan kapasitas (capacity) masyarakat serta desa. Kearifan lokal dan semangat gotong royong, lanjutnya, juga perlu diperhitungkan sebagai bagian dari kapasitas menghadapi bencana.

Ia berharap hasil pengkajian dapat menjadi dasar penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta tata ruang yang mengintegrasikan aspek mitigasi bencana.

Baca Juga  Rp380 M Digelontorkan, Aceh Genjot Pemulihan Lahan Pertanian Pascabencana

Hasil kajian tersebut juga diharapkan mendukung penyusunan dokumen R3P dan kajian Jitupasna lanjutan.

Armia menekankan keterlibatan akademisi dan seluruh pemangku kepentingan agar kajian yang dihasilkan komprehensif serta sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

“Harapan kita, Bener Meriah ke depan bukan hanya pulih, tetapi menjadi kabupaten yang tangguh bencana, Islami, maju, dan berkelanjutan,” ujar Armia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah Ilham Abdi, unsur DMC Dompet Dhuafa, Posko RATB, Ketua LPKH Gunung Geureudong, serta reje dari Desa Rembune, Pantan Pediangan, dan Bukit Mulie.***