Byklik.com | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengajak masyarakat untuk terus melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa sekaligus mendukung keberlangsungan ekonomi jutaan perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ajakan tersebut disampaikan Pratikno saat menghadiri Pagelaran Seni Batik Indonesia Puspa Nuswantara 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Rabu, 8 Juli 2028.
Menurut Pratikno, batik tidak hanya menjadi identitas budaya Indonesia yang telah diakui dunia, tetapi juga memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat melalui industri kreatif berbasis budaya.
“Warisan budaya ini harus terus kita pertahankan. Bukan hanya sebagai cerminan budaya luhur kita, tetapi juga menghidupi jutaan perajin dan pengusaha,” ujar Pratikno.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) beserta para perajin yang dinilai konsisten menjaga kelestarian batik sebagai warisan budaya sekaligus produk unggulan nasional.
Pratikno juga mengapresiasi tema Pagelaran Seni Batik Indonesia tahun ini, “Rupa Makna Tambal Nusantara”, yang memadukan berbagai motif batik dari beragam daerah di Indonesia. Menurutnya, tema tersebut mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, yakni menyatukan keberagaman menjadi kekuatan bangsa.
Di sisi lain, Menko PMK mengingatkan adanya tantangan yang dihadapi industri batik di tengah perkembangan teknologi. Selain maraknya produk bermotif cetak yang bukan merupakan batik asli, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga dinilai berpotensi menggerus orisinalitas desain batik karya perajin.
“Kita harus sama-sama mempertahankan dan mengembangkan batik. Gempuran memang sedang terjadi, banyak sekali otomasi, bahkan kecerdasan buatan juga berpotensi menggerus batik kita. Tetapi saya yakin, kita punya pengalaman panjang. Kalau kita bersatu, tantangan itu bisa kita hadapi,” katanya.
Pratikno mengatakan Indonesia pernah berhasil mengembalikan popularitas batik setelah sempat mengalami penurunan pada awal 2000-an. Saat ini, batik kembali digunakan secara luas, baik dalam acara resmi maupun aktivitas sehari-hari.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat upaya pelestarian batik, termasuk mendorong masyarakat membeli produk batik asli hasil karya perajin dalam negeri. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri kreatif sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM.
“Mari kita sama-sama menjaga batik Indonesia agar terus berkembang, menjadi kontribusi budaya luhur bangsa untuk diplomasi internasional, sekaligus menghidupi banyak perajin dan pelaku UMKM kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan karya Batik Puspawicitra yang merupakan karya Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam X. Peluncuran itu menjadi bagian dari rangkaian Pagelaran Seni Batik Indonesia Puspa Nuswantara 2026 sebagai upaya memperkuat pelestarian batik sebagai identitas budaya Indonesia.
Acara tersebut turut dihadiri Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam X, Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) Komarudin Kudiya, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita, para perajin batik, pelaku UMKM, serta Komunitas Cinta Berkain.***











