Byklik.com | Biak – Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Papua menemukan satu granat nanas yang telah dimodifikasi dan dua proyektil saat melakukan penyisiran serta sterilisasi di lokasi ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.
Temuan tersebut diperoleh dalam proses sterilisasi awal yang dilakukan tim gabungan pascaledakan. Seluruh benda yang ditemukan langsung diamankan guna mencegah potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun personel yang masih bertugas di sekitar lokasi kejadian.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengatakan temuan granat dan proyektil tersebut semakin memperkuat dugaan masih adanya material berbahaya yang tersisa di sekitar lokasi ledakan. Oleh karena itu, proses penyisiran dan sterilisasi lanjutan akan terus dilakukan secara menyeluruh.
“Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua tiba di Kabupaten Biak Numfor pada Senin sore dan langsung bergabung dengan tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, serta pemerintah daerah yang sejak awal melakukan pengamanan dan penanganan pascaledakan,” kata Ari, Selasa, 2 Mei 2026.
Menurut Ari, proses sterilisasi menjadi langkah penting untuk mendukung pencarian tiga korban yang hingga kini masih dilaporkan belum ditemukan.
“Kami berharap proses sterilisasi dapat berjalan maksimal sehingga pencarian korban yang masih belum ditemukan dapat dilakukan dengan aman. Setiap temuan benda mencurigakan atau material peledak agar diberikan penanda sehingga memudahkan tim gabungan dalam melakukan evakuasi dan pencarian,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Komandan Kompi (Wadanki) Brimob Kompi 4 Batalion A, IPTU Hidayatullah Bauw, menegaskan bahwa area lokasi ledakan harus tetap steril dan tidak boleh dimasuki masyarakat selama proses pemeriksaan berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi karena masih berpotensi membahayakan keselamatan. Tim Jibom akan terus melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh,” katanya.
Hidayatullah menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima tim di lapangan, kawasan sekitar lokasi ledakan diketahui memiliki sejumlah bunker dan lubang peninggalan masa perang yang diduga masih menyimpan material berbahaya.
Kondisi tersebut membuat proses sterilisasi harus dilakukan secara hati-hati menggunakan peralatan khusus dan sesuai standar operasional penanganan bahan peledak. Setiap temuan material yang dicurigai berbahaya akan diperiksa lebih lanjut oleh personel yang memiliki keahlian khusus.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, maupun membongkar benda-benda yang diduga merupakan sisa peninggalan perang. Apabila menemukan benda mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sesuai prosedur.
“Sterilisasi akan terus dilakukan hingga seluruh lokasi dinyatakan aman sehingga proses pencarian korban dan penanganan pascakejadian dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya.
Sebelumnya, Satuan Brimob Polda Papua menurunkan tim penjinak bom untuk menyelidiki peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor. Tim yang dipimpin AKP Hanasbey tersebut diterjunkan untuk memastikan kondisi lokasi kejadian aman dan terbebas dari material peledak lainnya yang berpotensi membahayakan.
Peristiwa ledakan terjadi di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, pada Minggu, 31 Mei 2026 sekitar pukul 14.45 WIT, mengakibatkan lima orang meninggal dunia, tiga orang lainnya dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga menyebabkan empat unit rumah mengalami kerusakan berat.
Hingga kini, aparat kepolisian bersama tim gabungan masih melakukan penyisiran dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Proses pencarian korban akan terus dilakukan setelah seluruh area dinyatakan aman dari potensi material peledak yang masih tersisa.***











