Berita Utama

Stok Daging dan Hewan Kurban di Aceh Selatan Mencukupi

Avatar
×

Stok Daging dan Hewan Kurban di Aceh Selatan Mencukupi

Sebarkan artikel ini
Penjual daging meugang di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa, 26 Mei 2026. [Foto: Distan AcehSelatan]

Byklik.com | Tapaktuan – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Aceh Selatan menyatakan persediaan daging untuk tradisi meugang dan kebutuhan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah/2026 di daerah tersebut dipastikan mencukupi.

“Persediaan daging dan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah mencukupi,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Selatan, Mirna Lisma, Selasa, 26 Mei 2026.

Berdasarkan data Distan Aceh Selatan, persediaan hewan ternak mencapai 1.446 ekor, terdiri atas 362 ekor sapi jantan, 381 ekor sapi betina tidak produktif, 198 ekor kerbau jantan, dan 205 ekor kerbau betina tidak produktif.

Baca Juga  Polda Aceh Bagikan Ribuan Paket Daging Meugang

Selain itu, tersedia juga 4.208 ekor kambing dan 937 ekor domba. Persediaan unggas di seluruh wilayah Aceh Selatan tercatat mencapai 274.900 ekor.

Mirna mengatakan pihaknya juga menurunkan tim untuk mengecek kesehatan hewan ternak yang akan disembelih pada tradisi meugang maupun pelaksanaan kurban Iduladha.

“Kami juga menurunkan tim mengecek kesehatan hewan ternak yang disembelih pada tradisi meugang maupun pelaksanaan kurban. Termasuk memantau harga daging,” ujarnya.

Sementara itu, harga daging sapi dan kerbau di sejumlah titik di Kecamatan Samadua dan Pasar Inpres Tapaktuan pada tradisi meugang Iduladha tahun ini mencapai Rp200 ribu per kilogram.

Baca Juga  Mensos Salurkan Bantuan Tahap II di Aceh Tamiang

“Harga daging, baik sapi maupun kerbau, pada hari meugang Iduladha ini mencapai Rp200 ribu per kilogram. Kendati lebih mahal dari hari biasa, masyarakat antusias membeli daging,” kata Herman, pedagang daging.

Tradisi meugang sendiri merupakan tradisi masyarakat Aceh yang telah berlangsung sejak masa Kesultanan Aceh pada era Sultan Iskandar Muda. Dalam tradisi tersebut, masyarakat membeli dan mengonsumsi daging dalam jumlah lebih banyak menjelang hari besar keagamaan.