Byklik.com | Jakarta – SKK Migas mempercepat pembangunan sejumlah pabrik LPG di berbagai wilayah guna meningkatkan pasokan dalam negeri dan menekan ketergantungan impor.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, langkah tersebut dilakukan melalui peresmian fasilitas baru, pembangunan proyek lanjutan, serta peningkatan kapasitas produksi dari sumber gas domestik.
“Bulan April ini kita akan meresmikan LPG plant di Cilamaya dengan kapasitas 163 metrik ton per hari,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Rabu, 8 April 2026.
Selain itu, satu fasilitas mini LNG plant yang juga menghasilkan LPG dijadwalkan beroperasi pada bulan yang sama dengan kapasitas 30 metrik ton per hari.
Dengan tambahan tersebut, total pasokan LPG dari dua fasilitas baru pada April diperkirakan mencapai hampir 200 metrik ton per hari.
Setelah proyek tersebut, SKK Migas juga menyiapkan pembangunan LPG plant di Jambi Merang dengan kapasitas 320 metrik ton per hari, serta proyek baru di Senoro sebesar 54 metrik ton per hari.
Di Jawa Timur, kapasitas fasilitas LPG juga akan ditingkatkan sebesar 50 metrik ton per hari.
Djoko menegaskan, pengembangan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat rantai pasok energi domestik, khususnya LPG yang selama ini masih bergantung pada impor.
“Ini menjadi langkah awal untuk memperbesar kontribusi pasokan LPG dari dalam negeri,” katanya.
Di sisi lain, SKK Migas juga melaporkan kinerja produksi migas nasional. Sepanjang 2025, produksi minyak dan gas bumi mencapai 606 ribu barel per hari, melampaui target APBN.
Untuk 2026, target lifting minyak ditetapkan sebesar 610 ribu barel per hari dengan tren produksi yang terus menunjukkan perbaikan meski sempat terganggu di awal tahun.
Gangguan tersebut disebabkan putusnya pipa TGI pada Januari 2026 yang berdampak pada pasokan gas ke wilayah Rokan.
Meski demikian, SKK Migas optimistis target produksi migas tahun ini tetap tercapai, didukung sejumlah proyek hulu yang akan mulai beroperasi sepanjang 2026.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.











