Byklik.com | Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaporkan perkembangan program Sekolah Rakyat kepada Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman di Gedung KSP, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul menyampaikan sejumlah perkembangan penting, termasuk pelaksanaan pembelajaran yang telah berlangsung hampir 11 bulan serta peningkatan jumlah siswa yang akan mengikuti program tersebut pada tahun 2026.
“Saya hari ini melaporkan perkembangan pembelajaran Sekolah Rakyat yang sudah berlangsung lebih dari 10 bulan atau bahkan hampir 11 bulan,” kata Gus Ipul usai pertemuan.
Ia mengungkapkan, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, program tersebut menampung sekitar 15 ribu siswa, sedangkan pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 32 ribu siswa.
“Tahun lalu kita mengalokasikan 15 ribu lebih siswa Sekolah Rakyat. Tahun ini lebih dari 32 ribu yang akan diterima sebagai bagian dari siswa Sekolah Rakyat. Peningkatan alokasi ini sesuai dengan jumlah gedung permanen yang dibangun oleh pemerintah atas arahan Bapak Presiden,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, peningkatan jumlah siswa tersebut sejalan dengan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang terus dilakukan pemerintah guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala KSP dan seluruh jajaran yang selama ini memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Pak Dudung. Sejak beliau dilantik sudah melihat secara langsung pembelajaran di Sekolah Rakyat dan staf-stafnya membersamai kami di berbagai kesempatan,” katanya.
Gus Ipul menjelaskan, pada Juli 2026 Sekolah Rakyat akan memasuki satu tahun penyelenggaraan. Momentum tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola, pemenuhan sumber daya manusia, serta berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program.
“Saya memohon dukungan terus dari Pak Dudung selaku Kepala KSP agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat makin baik, makin sempurna dan nanti melahirkan generasi-generasi yang pintar, berkarakter dan terampil sebagaimana harapan Bapak Presiden,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KSP Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan dan pengembangan Sekolah Rakyat, termasuk pembangunan fasilitas permanen di berbagai daerah.
Menurut Dudung, program tersebut merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Karena di situlah anak yang putus sekolah, anak yang tidak sekolah, ini akan ditampung dan kemudian disekolahkan secara boarding di Sekolah Rakyat,” kata Dudung.
Ia juga memastikan Kantor Staf Presiden siap membantu menyelesaikan berbagai hambatan yang mungkin muncul selama proses pembangunan maupun pelaksanaan pembelajaran.
“Saya akan dukung dan secara langsung Pak Menteri setiap saat bisa saya dengan tangan terbuka. Staf saya akan membantu menyelesaikan program, termasuk menyelesaikan hambatan-hambatan yang terjadi sehingga proses pembangunan sampai proses pembelajaran yang berkelanjutan ini akan terus tercapai dengan baik,” ujarnya.









