Berita UtamaHeadline

Sembilan Jemaah Haji Aceh Wafat, Sembilan Masih Dirawat di Arab Saudi

Raudhatul
×

Sembilan Jemaah Haji Aceh Wafat, Sembilan Masih Dirawat di Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
Ketua PPIH Debarkasi Aceh, Arijal. [Foto: Raudhah/Byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh mencatat sembilan jemaah haji asal Aceh meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Sementara itu, sembilan jemaah lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.

Ketua PPIH Debarkasi Aceh, Arijal, mengatakan sebagian besar jemaah yang masih dirawat mengalami gangguan kesehatan akibat kelelahan setelah mengikuti rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Aceh dan Balai Kekarantinaan Kesehatan, mereka dirawat karena kondisi fisik yang menurun setelah menjalani Armuzna. Beberapa di antaranya merupakan jemaah lanjut usia yang membutuhkan masa pemulihan lebih lama,” ujar Arijal dalam konferensi pers di Media Center Asrama Haji Aceh, Senin, 15 Juni 2026.

Menurut Arijal, hingga saat ini tidak ada laporan jemaah yang dirawat akibat penyakit kronis. Mayoritas mengalami keluhan kesehatan ringan seperti kelelahan, batuk, dan pilek.

Baca Juga  Jemaah Haji Kloter 1 Aceh Tiba di Tanah Rencong

“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada indikasi penyakit kronis. Keluhan yang dialami umumnya berupa kelelahan dan gangguan kesehatan ringan. Kita berharap mereka segera pulih dan dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat,” katanya.

Berdasarkan data PPIH Debarkasi Aceh, sembilan jemaah yang wafat selama musim haji tahun ini meninggal akibat berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gagal jantung, syok kardiogenik, pneumonia, penyakit ginjal kronis, hingga hypovolemic shock.

Arijal menyebutkan, jemaah terakhir yang dilaporkan meninggal dunia adalah Muhammad Yusuf, warga Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Ia wafat di Madinah pada Minggu, 14 Juni 2026, akibat hypovolemic shock dan dimakamkan di Pemakaman Baqi.

“Jemaah terakhir yang dilaporkan meninggal dunia adalah Muhammad Yusuf, warga Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Ia wafat di Madinah pada Minggu (14/6/2026) akibat hypovolemic shock dan dimakamkan di Pemakaman Baqi,” ujarnya.

Sebelumnya, Nurdin Ali asal Kabupaten Pidie meninggal di Makkah pada 5 Juni akibat cardiogenic shock dan pneumonia. Mahdi Muhammad Sufi, warga Aceh Besar, wafat pada 3 Juni di RS King Abdul Aziz Hospital karena penyakit ginjal kronis.

Baca Juga  Jemaah Haji asal Aceh Tamiang Meninggal Dunia di Makkah

Selain itu, Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh dari Kabupaten Pidie meninggal pada 31 Mei akibat cardiogenic shock dan pneumonia. Pada hari yang sama, Sulasry Abdul Gani asal Kabupaten Bireuen juga meninggal dunia karena cardiogenic shock.

Jemaah lainnya yang wafat yakni Aminah Ahmad dan Siti Salmijah dari Pidie Jaya akibat gangguan jantung, serta Maimunah Yusuf Ali dari Aceh Tamiang dan Nurwaida Muhammad Yusuf dari Bireuen yang meninggal saat berada di Arafah.

PPIH Debarkasi Aceh berharap seluruh jemaah yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih sehingga dapat kembali ke Indonesia bersama kelompok terbang lainnya dalam kondisi sehat.

Proses pemulangan jemaah haji Aceh sendiri mulai berlangsung pada Senin malam, 15 Juni 2026, dan akan dilakukan secara bertahap hingga akhir Juni.