Berita Utama

Bunda PAUD Pastikan MPLS Ramah Anak Berjalan Optimal

Bambang Iskandar Martin
×

Bunda PAUD Pastikan MPLS Ramah Anak Berjalan Optimal

Sebarkan artikel ini
Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Yulinda Sayuti, memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak di SD Negeri 2 Banda Sakti berjalan sesuai prinsip Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, Sabtu, 1 Agustus 2026. (Foto: Prokopim Lhokseumawe)

Byklik.com | Lhokseumawe – Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Yulinda Sayuti, memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak di SD Negeri 2 Banda Sakti berjalan sesuai prinsip Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.

Hal itu ditegaskan saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di sekolah tersebut, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 470 peserta didik baru itu berlangsung meriah melalui pelepasan balon, permainan edukatif, dan Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Monitoring turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Yuswardi, beserta jajaran, Pokja Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, kepala sekolah, dewan guru, dan orang tua murid.

Yulinda mengatakan masa transisi dari PAUD ke sekolah dasar harus menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan. Menurutnya, keberhasilan transisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik anak, tetapi juga terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Baca Juga  Ratusan Personel Satpol PP WH Banda Aceh Dibaiat

“Transisi PAUD ke SD harus menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi setiap anak. Sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa diterima, dihargai, dan percaya diri untuk belajar sejak hari pertama,” ujarnya.

Peraih Penghargaan Wiyata Darma Madya pada Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 itu menegaskan pencegahan perundungan menjadi bagian penting dalam mewujudkan sekolah ramah anak. Menurutnya, budaya saling menghargai, menghormati perbedaan, dan peduli terhadap sesama harus dibangun melalui sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik.

Bullying tidak boleh dianggap hal biasa. Pencegahannya harus dimulai dari pembentukan karakter anak sejak dini dan didukung oleh sekolah serta keluarga. Ketika anak merasa aman di sekolah, proses transisi menuju jenjang pendidikan dasar akan berlangsung lebih baik,” katanya.

Ia juga mendorong seluruh sekolah menghadirkan proses pembelajaran yang menyenangkan selama MPLS dengan mengedepankan pendekatan ramah anak. Selain itu, komunikasi antara guru dan orang tua dinilai penting untuk membantu proses adaptasi peserta didik baru.

Baca Juga  Mensos Minta Seluruh Jajaran Kawal MPLS Sekolah Rakyat

Di sela kegiatan, Yulinda bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe meninjau ruang-ruang kelas yang telah direvitalisasi guna memastikan fasilitas belajar siap digunakan dan mampu memberikan rasa aman serta nyaman bagi peserta didik.

Menurutnya, pelaksanaan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan harus diterapkan secara konsisten di seluruh satuan pendidikan agar setiap anak memperoleh pengalaman belajar yang positif sejak hari pertama sekolah. Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Pemerintah Kota Lhokseumawe berkomitmen terus mendukung penerapan sekolah ramah anak sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan dan perlindungan anak di lingkungan sekolah.***