Lingkungan & Energi

PVMBG Imbau Warga Waspadai Abu Vulkanik Gunung Dukono

Avatar
×

PVMBG Imbau Warga Waspadai Abu Vulkanik Gunung Dukono

Sebarkan artikel ini
Gunung Dukono, Pulau Halmahera, Maluku Utara direkam pada Jumat, 8 Mei 2026. [Foto: PVMBG]

Byklik.com | Maluku Utara – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono, Pulau Halmahera, Maluku Utara, mewaspadai sebaran abu vulkanik akibat erupsi yang terjadi pada Jumat pagi, 8 Mei 2026.

Gunung Dukono yang berstatus Level II atau Waspada kembali mengalami erupsi pada pukul 07.41 WIT dengan semburan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga kebersihan lingkungan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan aktivitas erupsi Gunung Dukono kembali meningkat sejak 30 Maret 2026 setelah sebelumnya sempat menurun pada Agustus 2025.

“Sejak 30 Maret 2026, aktivitas erupsi magmatik eksplosif kembali meningkat secara signifikan dengan tercatat sebanyak 199 kali erupsi,” ujar Lana.

Baca Juga  PLN Perluas SPKLU Nasional, Ekosistem Kendaraan Listrik Melesat

Menurutnya, erupsi terbaru terekam dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi hampir 968 detik, disertai suara dentuman.

Kolom erupsi teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan mencapai sekitar 10 ribu meter di atas puncak gunung. Arah abu vulkanik terpantau condong ke utara dan berpotensi berdampak ke wilayah permukiman hingga Kota Tobelo.

“Abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan, serta menghambat aktivitas masyarakat,” katanya.

PVMBG mengimbau warga di sekitar Gunung Dukono selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik.

Baca Juga  PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di OTC Asia 2026

Selain itu, masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang yang menjadi pusat erupsi.

PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar saat musim hujan, terutama di aliran Sungai Mamuya, Sungai Mede, dan Sungai Tauni yang berhulu di puncak Gunung Dukono.

Badan Geologi menyatakan pemantauan aktivitas Gunung Dukono terus dilakukan secara berkala. Informasi terbaru terkait aktivitas gunung api dapat diakses melalui aplikasi MAGMA Indonesia dan laman resmi PVMBG.